GUNUNGKIDUL | Sentrapos.co.id – Kisah pilu Ahmad Tri Efendi (Fendi), bocah asal Padukuhan Jeruken, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setelah kisahnya viral di media sosial.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran kepolisian langsung mendatangi rumah keluarga tersebut pada Minggu (15/3/2026) untuk memastikan penanganan keluarga Fendi dilakukan secara menyeluruh.
Kunjungan tersebut dipimpin Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, yang datang langsung ke kediaman keluarga di Padukuhan Jeruken.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan pendidikan, kesehatan, serta kondisi ekonomi keluarga Fendi dapat segera ditangani secara terpadu.
Tiga Tahun Putus Sekolah Demi Merawat Ibu
Fendi diketahui telah tiga tahun berhenti sekolah sejak hendak naik ke kelas dua di salah satu Madrasah Ibtidaiyah.
Ia memilih berhenti sekolah karena harus membantu merawat ibunya, Siaminah (43), yang mengalami stroke dan gangguan saraf mata sehingga tidak bisa beraktivitas normal.
Kondisi keluarga semakin berat karena sang ayah, Slamet (52), juga mengalami gangguan penglihatan sejak sekitar satu tahun terakhir.
Selama tiga tahun terakhir, Fendi menjalani rutinitas merawat ibunya setiap hari, mulai dari menyuapi makan hingga memberi minum.
“Menyuapi, ngasih minum. Sudah tiga tahun kayaknya tidak sekolah,” ujar Fendi.
Meski demikian, bocah berusia 10 tahun tersebut masih menyimpan harapan untuk kembali menempuh pendidikan.
Pemerintah Pastikan Fendi Kembali Sekolah
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan pemerintah akan mengambil langkah konkret agar Fendi dapat kembali melanjutkan pendidikan.
“Untuk urusan pendidikan Fendi akan diselesaikan oleh Kementerian Agama melalui pendekatan emosional yang baik, karena Fendi menempuh pendidikan di madrasah,” ujar Endah.
Sementara itu, kakak Fendi yang saat ini bersekolah di SMP Negeri 2 Panggang akan menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.
Bupati menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban memastikan setiap anak tetap memperoleh pendidikan.
“Anak-anak ini wajib sekolah dan itu menjadi tanggung jawab negara,” tegasnya.
Pemerintah Siapkan Penanganan Medis Orang Tua
Selain pendidikan, perhatian juga difokuskan pada kondisi kesehatan kedua orang tua Fendi.
Dinas Kesehatan Gunungkidul telah berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan serta membuka kemungkinan penanganan medis lebih lanjut.
Pemerintah bahkan berencana menggandeng Rumah Sakit Mata Yap untuk melihat peluang tindakan medis seperti operasi katarak atau glaukoma guna membantu memulihkan penglihatan orang tua Fendi.
Bantuan Ekonomi dan Sosial Disiapkan
Dari sisi ekonomi keluarga, Baznas juga diminta turut membantu melalui kemungkinan pemberian modal usaha bagi anak pertama keluarga tersebut agar dapat bekerja di Gunungkidul sekaligus membantu merawat orang tua.
Pemerintah memastikan keluarga ini sebenarnya telah menerima sejumlah bantuan sosial seperti:
-
Program Keluarga Harapan (PKH)




















