Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNIS

BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Arus Balik Lebaran 2026, Warga Diminta Tak Panic Buying

61
×

BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Arus Balik Lebaran 2026, Warga Diminta Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang puncak arus balik Lebaran 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan bahwa stok energi nasional telah dipersiapkan secara optimal untuk memenuhi lonjakan kebutuhan selama periode arus balik.

“Menjelang arus balik, BPH Migas menegaskan kembali bahwa stok BBM nasional dalam kondisi sangat aman,” ujar Fathul, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, ketahanan stok BBM baik subsidi maupun nonsubsidi dalam kondisi sangat memadai berdasarkan data terbaru per 22 Maret 2026. Distribusi dari terminal BBM ke SPBU di seluruh wilayah juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Penyaluran dari Terminal BBM Pertamina ke berbagai SPBU berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tegasnya.

Monitoring Kualitas dan Distribusi BBM

Selain memastikan kuantitas, BPH Migas juga melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas BBM yang beredar di masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa BBM yang disalurkan telah memenuhi standar pemerintah.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran.

Layanan BBM Darurat Disiapkan

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat di perjalanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir. Gunakan layanan PDS jika membutuhkan BBM darurat di perjalanan,” tambah Fathul.

Kondisi BBM di Kalimantan Dipastikan Stabil

Secara regional, BPH Migas juga memastikan pasokan BBM di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, dalam kondisi aman dan terkendali.

Sejak malam takbiran, suplai BBM ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak bahkan dioperasikan selama 24 jam untuk mengurai antrean.

Berdasarkan laporan terbaru, kondisi antrean kendaraan di SPBU mulai berangsur normal, meskipun beberapa wilayah masih dalam tahap penanganan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut distribusi BBM berjalan lancar dengan dukungan operasional tambahan.

“Kondisi antrean di sebagian besar wilayah sudah normal. Kami terus mengoptimalkan distribusi agar pelayanan tetap maksimal,” jelasnya.

Konsumsi BBM Naik Signifikan Saat Lebaran

Selama periode Satgas RAFI 2026 (9–22 Maret), terjadi peningkatan konsumsi BBM jenis bensin seperti Pertalite dan Pertamax Series hingga rata-rata 19,8 persen dari kondisi normal, dengan puncak kenaikan mencapai 54 persen.

Sementara itu, konsumsi solar relatif stabil meski mengalami fluktuasi kecil.

Peningkatan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Pemerintah Pastikan Distribusi Tetap Lancar

Pemerintah melalui BPH Migas dan Pertamina memastikan distribusi BBM terus dipantau secara intensif, termasuk dengan penambahan armada mobil tangki serta pengoperasian terminal BBM selama 24 jam.

Langkah tersebut dilakukan guna menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan selama periode Lebaran. (*)