LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (22/3/2026) pukul 16.26 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal.
Arah sebaran abu vulkanik dilaporkan condong ke utara, sementara aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 28 detik.
“Gunung Semeru mengalami erupsi dengan kolom abu teramati setinggi 1 kilometer,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo, dalam laporan tertulis, Minggu malam.
Disertai Lahar Dingin di Besuk Kobokan
Selain erupsi, aktivitas vulkanik Gunung Semeru juga disertai banjir lahar dingin yang terpantau mengalir di kawasan Sungai Besuk Kobokan.
Kondisi ini meningkatkan potensi bahaya bagi masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak Semeru, terutama saat terjadi hujan di wilayah hulu.
Status Masih Siaga (Level III)
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, lava pijar, serta lahar hujan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak,” tegas Mukijo.
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Selain larangan beraktivitas di zona bahaya, warga juga diminta untuk:
- Tidak beraktivitas di sepanjang aliran sungai berhulu di Semeru
- Waspada terhadap potensi lahar dingin saat hujan
- Mengikuti arahan resmi dari petugas dan pemerintah setempat
Erupsi ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
Potensi Dampak dan Kewaspadaan
Dengan status siaga, masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi memicu banjir lahar dingin.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan warga. (*)




















