SIDOARJO | Sentrapos.co.id — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat perbaikan jalan rusak di sejumlah wilayah. Subandi menegaskan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan pemetaan matang agar tidak lagi bersifat tambal sulam dan anggaran lebih tepat sasaran.
Menurut Subandi, sebagian ruas jalan di Sidoarjo telah berusia tua sehingga memerlukan metode penanganan berbeda, mulai dari betonisasi, overlay, hingga perawatan rutin.
“Hingga saat ini sedikitnya 16 titik jalan rusak telah selesai diperbaiki dan 25 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya usai inspeksi mendadak (sidak) di Desa Wunut, Sabtu (28/2/2026).
“Jalan kita banyak yang sudah tua. Ke depan kita petakan mana yang harus dibeton, mana yang cukup overlay, mana yang perawatan. Jangan sampai anggaran terbuang karena tambal sulam terus,” tegasnya.
Target Tuntas Sebelum Lebaran
Subandi menargetkan perbaikan jalan prioritas rampung sebelum Lebaran agar masyarakat dapat menikmati akses yang lebih aman dan nyaman. Pekerjaan bahkan akan dilakukan lembur hingga dini hari di sejumlah titik strategis.
Ia juga menegaskan tidak akan memperpanjang kontrak rekanan yang hasil pekerjaannya tidak memenuhi standar.
“Kontraktor yang kerjanya tidak bagus jangan dipakai lagi. Ini uang rakyat, harus kembali ke rakyat dalam bentuk jalan yang layak,” tegasnya.
Fokus Ruas Rusak Berat dan Jalur Strategis
Kepala BUMD Sidoarjo, Makhmud, menjelaskan perbaikan difokuskan pada ruas dengan tingkat kerusakan parah, termasuk di wilayah Kecamatan Tulangan dan sekitarnya.
Beberapa ruas strategis telah selesai diperbaiki, sementara segmen berikutnya akan dikerjakan bertahap mulai pekan depan.
“Kami prioritaskan yang rusak berat. Targetnya sebelum Lebaran tuntas,” ujarnya.
Selain perbaikan permanen, pemerintah daerah juga memasang rambu peringatan di titik berlubang guna mencegah kecelakaan.
Menuju Masterplan Jalan Berbasis Digital
Pemkab Sidoarjo menargetkan pada 2027 telah tersedia masterplan jalan berbasis pemetaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi drone untuk memantau kondisi ruas secara menyeluruh.
Perencanaan ke depan juga akan dilengkapi pembangunan saluran tepi serta penataan utilitas seperti kabel agar tidak merusak badan jalan.
Langkah ini diharapkan membuat sistem perbaikan jalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memaksimalkan penggunaan anggaran daerah. (*)




















