JAKARTA | Sentrapos.co.id – Aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026), terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor melakukan serangan lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dari rekaman CCTV yang beredar, kedua pelaku mengendarai sepeda motor matic berwarna putih. Pengemudi mengenakan pakaian kombinasi putih-biru, sementara pelaku yang duduk di belakang memakai kaus biru dan topi yang dikenakan terbalik.
Pelaku yang duduk di belakang diduga sebagai orang yang menyiramkan cairan air keras ke arah korban.
Rekaman CCTV Ungkap Modus Pelaku
Dalam rekaman tersebut, kedua pelaku terlihat melintas di sebuah perempatan jalan yang berada di atas jembatan. Mereka kemudian memutar balik arah, diduga untuk mengincar korban yang saat itu melintas di lokasi.
Tidak lama setelah memutar balik, Andrie Yunus terlihat melintas di perempatan tersebut dengan sepeda motor.
Pelaku yang berada di posisi penumpang kemudian langsung menyiramkan cairan menggunakan tangan kanannya ke arah korban.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan memacu motor meninggalkan lokasi kejadian.
Korban yang terkena cairan tersebut terlihat berteriak kesakitan dan menjatuhkan motornya di jalan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kemudian datang memberikan pertolongan kepada korban.
Korban Alami Luka di Dada dan Tangan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir membenarkan insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.
Menurutnya, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh akibat serangan tersebut.
“Ada beberapa bagian tubuh yang terkena, di antaranya bagian dada dan tangan,” ujar Irjen Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (13/3/2026).
Polisi Dalami Rekaman CCTV dan Keterangan Saksi
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras tersebut.
Proses pendalaman dilakukan dengan mengumpulkan bukti digital, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta pemeriksaan saksi.
“Hal itu sedang dalam proses pendalaman, termasuk analisis CCTV dan pengumpulan berbagai alat bukti digital,” jelas Isir.




















