Ia bahkan menyinggung bahwa versi adaptasi yang pernah dibuat oleh negara lain dinilai kurang berhasil karena tidak sepenuhnya sesuai dengan konteks budaya.
Fokus pada Kisah Perjuangan
Menurut Manoj, Children of Heaven versi Indonesia tidak akan mengeksploitasi kemiskinan sebagai elemen dramatis utama.
Sebaliknya, film ini lebih menekankan pada nilai perjuangan, ketulusan, dan pengorbanan dalam kehidupan keluarga sederhana.
“Poinnya bukan mengeksploitasi kesusahan, tapi tentang perjuangan mereka,” kata Manoj.
Untuk memperkuat nuansa cerita, tim produksi memutuskan menggunakan setting era 1980-an, ketika beberapa barang yang kini dianggap biasa justru menjadi simbol kemewahan.
Adaptasi dengan Sentuhan Budaya Indonesia
Meski merupakan remake, naskah film tidak sekadar menyalin cerita versi Iran. Unsur budaya, nilai sosial, serta potret kehidupan masyarakat Indonesia tetap akan menjadi identitas utama film ini.
Manoj Punjabi juga menyebutkan bahwa mengangkat IP (Intellectual Property) lama bukan hal mudah, terutama dalam meyakinkan jaringan bioskop dan penonton.
Namun ia optimistis kekuatan cerita asli akan tetap mampu menarik perhatian publik.
Strategi Rilis Saat Iduladha
Film Children of Heaven versi Indonesia dijadwalkan tayang pada 27 Mei 2026, bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha.
Pemilihan tanggal tersebut dinilai strategis karena memiliki keselarasan dengan tema cerita tentang pengorbanan dan nilai keluarga.
“Iduladha adalah hari pengorbanan, dan film ini juga bercerita tentang pengorbanan. Jadi momennya sangat tepat,” pungkas Manoj Punjabi.
Dengan adaptasi ini, sineas Indonesia berharap kisah klasik Children of Heaven dapat kembali menyentuh hati penonton dan menjadi salah satu film drama keluarga yang berkesan di layar lebar. (*)














