Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISWISATA & KULINER

China Tutup Sebagian Wilayah Udara 40 Hari, Menhub Dudy Waspadai Dampak ke Pariwisata dan Tiket Pesawat Indonesia

37
×

China Tutup Sebagian Wilayah Udara 40 Hari, Menhub Dudy Waspadai Dampak ke Pariwisata dan Tiket Pesawat Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kebijakan penutupan sebagian wilayah udara oleh China selama 40 hari memicu perhatian internasional, termasuk Indonesia. Pemerintah menilai langkah tersebut berpotensi berdampak pada arus perjalanan wisata global dan konektivitas penerbangan internasional.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyebut bahwa kebijakan tersebut dapat mempengaruhi pergerakan wisatawan, termasuk ke Indonesia, meski dampaknya masih perlu dihitung lebih lanjut.

“Kita menjaga sedemikian rupa supaya masyarakat Indonesia masih berpergian karena kita juga mengantisipasi kalau terjadinya pengurangan arus wisata dari mana-mana,” ujar Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Jakarta.

Penutupan wilayah udara tersebut dilakukan oleh pemerintah China mulai 27 Maret hingga 6 Mei 2026 di sejumlah area lepas pantai, termasuk wilayah utara dan selatan Shanghai. Informasi ini dilaporkan oleh sejumlah media internasional, termasuk Wall Street Journal.

Wilayah yang terdampak disebut membentang dari Laut Kuning hingga Laut China Timur, yang merupakan jalur strategis penerbangan internasional di kawasan Asia Timur.

Meski bersifat terbatas, kebijakan ini memerlukan penyesuaian rute penerbangan internasional demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mengatur wilayah udaranya masing-masing, sehingga kebijakan tersebut harus dihormati.

“Penutupan ruang udara merupakan kewenangan masing-masing negara. Kita tidak bisa mencampuri kebijakan negara lain,” lanjut Dudy Purwagandhi.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga tengah mengantisipasi dampak tidak langsung terhadap sektor pariwisata nasional, khususnya jika terjadi penurunan arus wisatawan internasional akibat penyesuaian rute penerbangan global.

Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga tiket pesawat domestik di tengah kenaikan harga avtur dunia, agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.

China sendiri tidak memberikan penjelasan rinci terkait alasan penutupan wilayah udara tersebut, meski dalam beberapa kasus serupa sebelumnya, kebijakan seperti ini kerap dikaitkan dengan aktivitas militer.

Sementara itu, kawasan yang terdampak diketahui berada jauh dari Taiwan, meski ketegangan geopolitik di kawasan tetap menjadi perhatian dunia internasional.

Hingga kini, otoritas penerbangan global masih melakukan koordinasi untuk memastikan jalur penerbangan sipil tetap aman dan tidak terganggu secara signifikan. (*)


Poin Utama Berita

  • China menutup sebagian wilayah udara selama 40 hari (27 Maret–6 Mei 2026)
  • Wilayah terdampak mencakup area strategis di Laut Kuning hingga Laut China Timur
  • Menhub Dudy Purwagandhi: kebijakan berpotensi pengaruhi arus wisata global
  • Indonesia waspadai dampak tidak langsung pada pariwisata dan penerbangan
  • Pemerintah tekankan pentingnya menjaga harga tiket domestik tetap stabil
  • China tidak memberikan penjelasan resmi terkait penutupan wilayah udara
  • Kebijakan serupa sebelumnya sering dikaitkan dengan aktivitas militer
  • Koordinasi penerbangan internasional terus dilakukan untuk keamanan rute