Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Dampak Perang Iran–AS-Israel, Rute Penerbangan Global Berubah: Bandara China Jadi Transit Baru

75
×

Dampak Perang Iran–AS-Israel, Rute Penerbangan Global Berubah: Bandara China Jadi Transit Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai berdampak pada pola perjalanan udara internasional. Sejumlah bandara utama di China kini menjadi pilihan transit baru bagi penumpang yang bepergian antara Australia dan Eropa.

Perubahan rute tersebut terjadi setelah jalur penerbangan yang biasa melewati kawasan Timur Tengah terganggu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Data dari perusahaan perjalanan Flight Centre Travel Group Ltd menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang bisnis yang transit di kota-kota besar di China dalam beberapa hari terakhir.

“Jumlah penumpang korporasi pada rute jarak jauh yang transit melalui Shanghai dan Beijing meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa hari terakhir,” tulis laporan yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/3/2026).

Transit Timur Tengah Mulai Dihindari

Sebelum konflik meningkat, banyak pelancong dari Australia menuju Eropa biasanya transit di sejumlah kota besar di Timur Tengah, seperti:

  • Dubai (Uni Emirat Arab)

  • Abu Dhabi (Uni Emirat Arab)

  • Doha (Qatar)

Namun situasi keamanan di kawasan tersebut membuat sejumlah maskapai dan penumpang mulai menghindari rute tersebut.

Sebagai alternatif, sejumlah perjalanan kini dialihkan melalui bandara di Shanghai dan Beijing.

Lebih dari 27.000 Penerbangan Terdampak

Gangguan pada jalur udara Timur Tengah berdampak besar terhadap operasional penerbangan internasional.

Sejak konflik meningkat, tercatat lebih dari 27.000 penerbangan menuju hub penerbangan di Timur Tengah mengalami pembatalan.

Walaupun beberapa maskapai mulai kembali membuka operasional secara terbatas, gangguan terhadap jaringan penerbangan global masih terasa.

Ribuan Penumpang Terlantar

Situasi tersebut juga menyebabkan ribuan penumpang terlantar di kawasan Teluk karena pembatalan penerbangan dan perubahan rute.

Sebagian penumpang bahkan harus mencari jalur alternatif yang lebih panjang dan mahal untuk mencapai tujuan mereka.

Banyak dari mereka terpaksa menuju bandara di negara lain seperti:

  • Arab Saudi

  • Oman

Perjalanan Bisnis Tetap Berjalan

Meski menghadapi berbagai hambatan, perjalanan bisnis antara Australia dan Eropa tidak sepenuhnya berhenti.

Menurut Flight Centre, sebagian besar pelaku perjalanan bisnis tetap melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan rute alternatif melalui Asia, meskipun ketersediaan kursi penerbangan menjadi lebih terbatas.

“Sebagian besar perjalanan bisnis tetap berlanjut, meskipun rute penerbangan menjadi lebih panjang dan kapasitas kursi terbatas,” tulis laporan tersebut.

Perubahan pola perjalanan ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik global dapat langsung memengaruhi sektor penerbangan internasional dan mobilitas penumpang di berbagai belahan dunia. (*)