Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Gubernur Dedi Mulyadi Tegas Soal Tawuran Pelajar Bandung: Di Luar Jam Sekolah Tanggung Jawab Orang Tua

80
×

Gubernur Dedi Mulyadi Tegas Soal Tawuran Pelajar Bandung: Di Luar Jam Sekolah Tanggung Jawab Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengawasan terhadap siswa di luar jam sekolah sepenuhnya merupakan tanggung jawab orang tua.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi menanggapi insiden tawuran pelajar di Kota Bandung yang menewaskan seorang siswa SMAN 5 Bandung di kawasan Jalan Cihampelas, pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Menurut Dedi, negara melalui sekolah dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas siswa hanya selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di lingkungan sekolah.

“Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara. Di luar jam sekolah sudah menjadi tanggung jawab orang tua. Orang tua harus menjaga anak-anaknya, jam berapa dia berangkat dan jam berapa dia pulang,” ujar Dedi usai kegiatan pembagian Kompensasi Angkutan Tradisional di Cirebon, Sabtu (14/3/2026).

Orang Tua Dinilai Langgar Komitmen

Dedi juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran komitmen dari pihak keluarga siswa berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

Ia menyebut bahwa sebelumnya para orang tua siswa telah menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisi komitmen untuk mengawasi anak-anak mereka, termasuk larangan menggunakan kendaraan bermotor.

“Saya sudah baca pesan dari Disdik. Orang tuanya sudah menandatangani pernyataan bahwa anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor,” ungkap Dedi.

Menurutnya, tidak adil apabila setiap peristiwa kenakalan remaja langsung dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah maupun pemerintah daerah, terlebih jika kejadian tersebut berlangsung di luar jam operasional sekolah.

Dorong Penegakan Aturan Lebih Tegas

Meski menekankan peran penting keluarga dalam pengawasan anak, Dedi tetap meminta adanya kerja sama lintas sektor untuk menjaga ketertiban dan keamanan para pelajar.

Ia juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang bergerak cepat dalam menangani kasus kekerasan antar pelajar tersebut.

“Ke depan, penegakan aturan terhadap pelajar yang terlibat tawuran perlu dilakukan lebih tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Tawuran Pelajar Berujung Maut

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMAN 5 Bandung meninggal dunia setelah terlibat bentrokan dengan kelompok pelajar dari SMAN 2 Bandung.

Peristiwa tawuran tersebut terjadi di Jalan Cihampelas sejak Jumat malam (13/3/2026) hingga Sabtu dini hari (14/3/2026).

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tawuran yang menelan korban jiwa tersebut.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya pengawasan orang tua, sekolah, serta aparat dalam mencegah aksi kekerasan antar pelajar.

(*)