Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Gelombang ‘No Kings’ Mengguncang AS: 8 Juta Warga Turun ke Jalan, Kritik Keras Donald Trump

32
×

Gelombang ‘No Kings’ Mengguncang AS: 8 Juta Warga Turun ke Jalan, Kritik Keras Donald Trump

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Amerika Serikat setelah sedikitnya 8 juta warga dilaporkan turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Kings”, Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap kebijakan dan kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai kontroversial.

Menurut penyelenggara, demonstrasi berlangsung di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian—menjadikannya salah satu aksi massa terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini dalam ribuan aksi di seluruh Amerika Serikat,” ujar pihak penyelenggara seperti dikutip AFP.

Jumlah tersebut disebut meningkat signifikan dibanding aksi serupa pada Oktober 2025, dengan tambahan sekitar satu juta peserta dan ratusan lokasi aksi baru.

Demonstrasi berlangsung dari pantai timur hingga barat, mencakup kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Chicago, hingga wilayah terpencil seperti Alaska.

Menariknya, hampir separuh aksi justru terjadi di wilayah yang dikenal sebagai basis Partai Republik, termasuk Texas, Florida, dan Ohio. Kondisi ini menunjukkan meluasnya ketidakpuasan publik lintas wilayah politik.

Di Texas, ribuan massa berkumpul di sekitar Balai Kota Dallas, menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Sementara di Georgia, demonstran memadati jalan menuju Jekyll Island dengan membawa bendera dan spanduk protes.

“Gelombang protes ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu, tetapi telah meluas secara nasional,”

Di wilayah barat, aksi berlangsung meriah namun tetap terkendali. Di Los Angeles, massa memenuhi pusat kota, bahkan membawa balon raksasa yang menggambarkan Trump. Sementara di San Francisco, demonstran berkumpul di Embarcadero Plaza dengan spanduk “No Kings”.

Di New York, ribuan orang melakukan long march di Manhattan sambil meneriakkan slogan anti-pemerintah, mulai dari isu imigrasi hingga kebijakan luar negeri.

Sejumlah tokoh politik turut hadir, termasuk Gubernur Minnesota Tim Walz dan Senator Bernie Sanders yang menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah.

Aksi ini juga diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja. Perwakilan organisasi pendidikan, Fedrick Ingram, menegaskan pentingnya persatuan dalam menghadapi situasi politik saat ini.

“Amerika pernah melalui masa sulit, tetapi kita selalu bangkit dengan tetap bersatu,” ujarnya.

Meski sebagian aksi berlangsung damai, beberapa lokasi sempat diwarnai ketegangan antara demonstran dan pendukung Trump. Namun secara umum, demonstrasi berjalan kondusif.

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum merilis angka resmi terkait jumlah peserta aksi tersebut.

Gelombang “No Kings” dinilai menjadi indikator kuat meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah, sekaligus sinyal dinamika politik yang semakin memanas menjelang periode penting nasional. (*)


Poin Utama Berita

  • 8 juta warga AS ikut aksi “No Kings” di 3.300 titik
  • Demonstrasi kritik kebijakan Presiden Donald Trump
  • Aksi terjadi di seluruh 50 negara bagian
  • Banyak aksi berlangsung di basis Partai Republik
  • Tokoh politik seperti Bernie Sanders ikut turun
  • Demonstrasi relatif damai, meski ada ketegangan kecil
  • Pemerintah AS belum rilis data resmi peserta