MALANG | Sentrapos.co.id – Laga Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berpotensi kembali digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada 28 April 2026, empat tahun pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.
Pertandingan ini mendapat perhatian khusus dari Polda Jawa Timur, yang mengadakan pertemuan dengan perwakilan kedua klub, suporter, dan panitia pelaksana (Panpel), dipimpin oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.
“Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan dalam pertandingan terdekat, yang akan menjadi bahan pertimbangan utama kepolisian dalam menerbitkan izin laga Derby Jatim nanti,” ujar Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, Kamis (2/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas strategi untuk menciptakan suasana pertandingan aman dan tertib, serta mencegah provokasi di kalangan suporter. Arema FC menekankan edukasi dan pencegahan sebagai kunci utama agar laga dengan intensitas tinggi ini dapat berjalan lancar.
“Laga melawan Persebaya diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan,” tambah Erwin.
Manajemen Arema FC, diwakili Munif Wakid, memberikan apresiasi terhadap perkembangan positif perilaku suporter. Ia menilai Aremania saat ini menunjukkan kedewasaan yang meningkat, terutama pada dua laga kandang sebelum menghadapi Persebaya, yakni melawan Malut United (3 Maret 2026) dan Persis Solo (18 Maret 2026).
“Kami sangat berharap hal ini tidak tercoreng oleh hal-hal kecil yang tidak diinginkan. Arema FC memohon dukungan dan sinergi dari semua pihak demi kelancaran agenda ini,” ujar Munif.
Koordinasi berlapis antara manajemen Arema FC dan Polda Jatim diharapkan dapat menjamin keamanan semua elemen yang terlibat, sekaligus mengembalikan marwah sepak bola Jawa Timur yang kompetitif, namun tetap menjunjung sportivitas dan persaudaraan. (*)
Poin Utama Berita
- Derby Jatim Arema FC vs Persebaya berpotensi digelar di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.
- Polda Jatim mengadakan pertemuan dengan klub, suporter, dan Panpel untuk membahas keamanan dan kelancaran laga.
- Fokus utama adalah edukasi dan pencegahan agar pertandingan aman dan tertib.
- Laga ini dianggap sebagai momen penyembuhan trauma pasca Tragedi Kanjuruhan 2022.
- Arema FC memuji perkembangan kedewasaan Aremania dan berharap tren positif berlanjut pada laga-laga kandang sebelum Derby.
- Koordinasi berlapis antara klub dan kepolisian menjadi kunci sukses terselenggaranya pertandingan.

















