Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
WISATA & KULINER

Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO! Desa Lompat Batu Nias Menuju Pengakuan Global

20
×

Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO! Desa Lompat Batu Nias Menuju Pengakuan Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NIAS SELATAN | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi mengusulkan Desa Bawomataluo sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengakuan internasional terhadap kekayaan budaya dan tradisi unik yang masih terjaga di Kepulauan Nias.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menyebutkan proses pengusulan saat ini tengah memasuki tahap penyusunan dokumen penting.

“Saat ini kami sedang memproses Desa Bawomataluo agar dapat menjadi situs warisan UNESCO, termasuk penyusunan dossier sebagai syarat utama,” ujarnya.

Masuk Daftar UNESCO Sejak 2009

Desa Bawomataluo sebenarnya telah masuk dalam tentative list UNESCO sejak tahun 2009. Namun, proses menuju penetapan resmi memerlukan tahapan panjang dan dokumen yang komprehensif.

Pemprov Sumut kini mempercepat langkah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menyiapkan penilaian awal (preliminary assessment).

“Tahapan ini menjadi syarat penting sebelum pengajuan nominasi penuh secara resmi ke UNESCO,” jelas Yuda.

Kekayaan Budaya Megalitik yang Masih Lestari

Desa yang dikenal dengan arti “Bukit Matahari” ini berada di ketinggian sekitar 324 meter di atas permukaan laut dan menampilkan permukiman tradisional yang masih terjaga keasliannya.

Salah satu ikon utama desa ini adalah Fahombo atau tradisi lompat batu yang mendunia.

Selain itu, terdapat pula rumah adat megah Omo Sebua yang berusia lebih dari 200 tahun dan menjadi simbol kepemimpinan serta kejayaan budaya Nias.

“Tradisi lompat batu dan rumah adat Omo Sebua menjadi daya tarik utama wisatawan serta bukti kekayaan budaya yang masih hidup,” tambahnya.

Dorong Pariwisata dan Pelestarian Budaya

Pengusulan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Sumatera Utara di kancah global sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal.

Pemprov Sumut juga terus mendorong daerah lain untuk mengajukan cagar budaya, termasuk pelestarian situs bersejarah seperti Masjid Azizi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan sektor pariwisata berkelanjutan. (*)


Poin Utama Berita

  • Desa Bawomataluo diusulkan jadi warisan dunia UNESCO
  • Sudah masuk tentative list UNESCO sejak 2009
  • Pemprov Sumut tengah siapkan dossier dan penilaian awal
  • Tradisi lompat batu (Fahombo) jadi daya tarik utama
  • Rumah adat Omo Sebua berusia lebih dari 200 tahun
  • Desa berada di ketinggian 324 mdpl di Kepulauan Nias
  • Upaya dorong pengakuan global dan pelestarian budaya
  • Potensi besar tingkatkan pariwisata Sumatera Utara