JAKARTA | Sentrapos.co.id – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (30/1). Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, menyusul gejolak hebat yang melanda pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” ujar Iman.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi momentum perbaikan bagi pasar modal nasional. “Semoga dengan pengunduran diri saya ini, pasar modal kita menjadi lebih baik,” tambahnya.
Plt Dirut Akan Ditunjuk
Terkait mekanisme lanjutan, Iman menegaskan proses administrasi akan berjalan sesuai anggaran dasar perseroan. BEI akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama hingga ditetapkan Dirut definitif melalui mekanisme yang berlaku.
Iman sendiri menjabat sebagai Dirut BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Pasar Modal Diguncang Kebijakan MSCI
Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan berat terhadap pasar modal Indonesia, setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Indonesia. Kebijakan tersebut meliputi:
-
Pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia,
-
Penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI,
-
Tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Kebijakan ini memicu sentimen negatif global terhadap aset saham Indonesia dan berdampak langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG Anjlok, Sempat Trading Halt
Tekanan pasar terlihat signifikan dalam dua hari terakhir. Pada Rabu (28/1), IHSG ditutup di level 8.320, anjlok 659,67 poin atau minus 7,35 persen, hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).
Kondisi berlanjut pada Kamis (29/1), di mana IHSG kembali ditutup melemah di level 8.232, turun 88,35 poin atau minus 1,06 persen, setelah sempat tertekan tajam hingga menyentuh level 7.481 pada perdagangan siang.
Namun, pada Jumat (30/1) pagi, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan. IHSG dibuka menguat di level 8.308, dan dalam lima menit pertama perdagangan melonjak 1,62 persen atau naik 133 poin ke level 8.365.
Ujian Kepercayaan Pasar
Gejolak ini menjadi ujian serius bagi stabilitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia, baik di mata investor domestik maupun global. Mundurnya Dirut BEI dinilai sebagai langkah tanggung jawab moral di tengah tekanan eksternal dan volatilitas tinggi, sekaligus membuka babak baru konsolidasi di tubuh otoritas bursa. (*)




















