SURABAYA | Sentrapos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan tidak boleh ada pungutan wajib atau tarif tertentu bagi calon siswa yang mengikuti seleksi masuk SMAN 2 Taruna Pamong Praja, Kabupaten Bojonegoro.
Aries menekankan bahwa tidak boleh ada paksaan dalam bentuk apa pun kepada calon peserta didik maupun orang tua terkait sumbangan pendidikan.
“Kan ada tesnya. Tes terakhir itu wawancara. Di situ baru ditanyakan kemampuan orang tua, berapa yang ingin disumbangkan. Tidak ada paksaan. Tidak menyumbang pun tidak apa-apa,” ujar Aries di Surabaya, Rabu (21/1/2026).
Lulus Tes Jadi Acuan Utama
Menurut Aries, kelulusan seleksi sepenuhnya ditentukan oleh hasil tes, bukan oleh kemampuan finansial atau besaran sumbangan. Sekolah wajib menerima calon siswa yang lulus seleksi meskipun tidak mampu memberikan sumbangan.
“Kalau tidak menyumbang tidak apa-apa. Anak yang nilainya tertinggi tapi berasal dari keluarga sederhana tetap harus diutamakan. Mereka adalah aset karena memiliki potensi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru dilarang meminta-minta sumbangan. Jika ada sumbangan sukarela, permintaan hanya boleh dilakukan oleh lembaga dan tanpa paksaan serta tanpa patokan nominal.
SPMB SMA Taruna Dilaksanakan Transparan
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan telah mengumumkan hasil Seleksi Tahap I Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk enam SMA Negeri Taruna Jawa Timur Tahun Ajaran 2026.
Aries menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Ini semua untuk menjaring calon peserta didik terbaik dari seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, SMA Negeri Taruna Jawa Timur dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Tahapan Seleksi Ketat dan Profesional
Seleksi Tahap I meliputi verifikasi berkas dan kelengkapan administrasi. Peserta yang lolos kemudian mengikuti Seleksi Tahap II yang dilaksanakan pada 2–11 Januari 2026, dengan pengumuman kelulusan akhir pada 19 Januari 2026.
Seleksi Tahap II dirancang komprehensif untuk menilai kesiapan akademik, fisik, mental, dan karakter, meliputi:
-
Tes kesehatan umum dan kesehatan jiwa
-
Tes psikologi
-
Tes kompetensi akademik
-
Tes kesamaptaan jasmani
-
Wawancara siswa dan orang tua
-
Penentuan akhir (pantukhir)
Pelaksanaan seleksi melibatkan tim profesional, mulai dari tenaga medis rumah sakit rujukan, psikolog, unsur TNI/Polri, guru, hingga panitia Dinas Pendidikan Jatim.
Peminat SMA Taruna Jatim Terus Meningkat
Pada SPMB Tahun Ajaran 2026, antusiasme masyarakat meningkat signifikan. Total pendaftar mencapai 5.402 calon siswa dari puluhan provinsi di Indonesia, sementara kuota tersedia 1.352 siswa.
Rinciannya:
-
SMAN Taruna Nala (Kota Malang): 1.629 pendaftar, 210 kuota
-
SMAN 3 Taruna Angkasa (Kota Madiun): 1.290 pendaftar, 270 kuota
-
SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Banyuwangi): 652 pendaftar, 250 kuota
-
SMAN 5 Taruna Brawijaya (Kota Kediri): 1.381 pendaftar, 270 kuota
-
SMAN Taruna Madani (Pasuruan): 195 pendaftar, 136 kuota
-
SMAN 2 Taruna Pamong Praja (Bojonegoro): 255 pendaftar, 216 kuota
Dibandingkan tahun 2025, seluruh SMA Negeri Taruna di Jawa Timur mencatat kenaikan jumlah pendaftar.
Menurut Aries, tren ini mencerminkan kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap model pendidikan Taruna di Jawa Timur yang menekankan disiplin, kepemimpinan, karakter kebangsaan, dan prestasi akademik.
Informasi teknis lanjutan Seleksi Tahap II dapat diakses melalui kanal resmi masing-masing SMA Negeri Taruna Jawa Timur. *




















