NGANJUK | Sentrapos.co.id — Inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk berubah tegang. Dody Hanggodo meluapkan kemarahan kepada bawahannya saat meninjau lokasi di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Sabtu (11/4/2026).
Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, Dody langsung menegur keras salah satu pegawai dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) terkait progres pembangunan yang diduga tidak sesuai target.
Dengan nada tinggi, ia mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab pelaksana proyek. Bahkan, Dody menyebut alasan yang disampaikan bawahannya sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
“Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggung jawabmu,” tegas Dody di lokasi proyek.
Suasana di lokasi pun mendadak hening. Pegawai yang ditegur hanya bisa diam dengan wajah tegang, sesekali mengangguk dan menjawab singkat.
“Kalau memang tidak sanggup selesai Juni, harusnya dari awal bilang tidak sanggup,” lanjut Dody dengan nada tegas.
Usai meluapkan kemarahan, Dody tidak melanjutkan peninjauan proyek. Ia langsung kembali ke kendaraan dinasnya dan meninggalkan lokasi kurang dari lima menit setelah tiba.
Belum ada keterangan resmi terkait detail penyebab kemarahan tersebut. Namun, kuat dugaan hal itu dipicu oleh lambannya progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk sendiri merupakan bagian dari program nasional yang digarap Kementerian PU bersama Kementerian Sosial. Proyek ini didanai melalui APBN 2026 dengan nilai total mencapai Rp911 miliar untuk pembangunan di beberapa daerah, yakni Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan.
Adapun pelaksana konstruksi proyek tersebut adalah PT Brantas Abipraya.
“Proyek ini harus berjalan sesuai target karena menyangkut fasilitas pendidikan masyarakat,” menjadi penekanan utama dalam pengawasan pemerintah.
Insiden ini menjadi sorotan publik dan mencerminkan ketegasan pemerintah dalam mengawal proyek strategis nasional agar berjalan tepat waktu dan sesuai standar. (*)
Poin Utama Berita
- Menteri PU Dody Hanggodo marah saat sidak di Nganjuk
- Tegur keras pegawai terkait progres proyek Sekolah Rakyat
- Soroti tanggung jawab dan komitmen pelaksana proyek
- Sidak berakhir singkat, menteri langsung tinggalkan lokasi
- Dugaan penyebab: progres pembangunan tidak sesuai target
- Proyek bernilai Rp911 miliar dibiayai APBN 2026
- Dikerjakan PT Brantas Abipraya bersama lintas kementerian

















