WASHINGTON | Sentrapos.co.id – Ketegangan antara pemimpin politik dan tokoh agama dunia kembali mencuat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (12/4/2026).
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump secara terbuka menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang lemah dalam menghadapi kriminalitas dan buruk dalam kebijakan luar negeri.
“Paus Leo XIV itu lemah dalam menghadapi kriminalitas dan buruk dalam kebijakan luar negeri,” tulis Trump.
Pernyataan ini langsung memicu sorotan global, mengingat hubungan antara Vatikan dan Amerika Serikat selama ini relatif stabil.
Latar Belakang Ketegangan
Serangan verbal Trump diduga merupakan respons atas sikap kritis Paus Leo XIV terhadap sejumlah kebijakan luar negeri Amerika Serikat, termasuk isu konflik global.
Paus Leo XIV sebelumnya menyoroti keras serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia bahkan menilai ancaman yang dilontarkan Trump terhadap Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Tak hanya itu, Paus juga mengingatkan pemerintah AS untuk melakukan refleksi mendalam terkait kebijakan terhadap imigran.
“Ancaman terhadap peradaban tidak dapat dibenarkan,” tegas Paus Leo XIV dalam pernyataan sebelumnya.
Trump: “Saya Bukan Penggemarnya”
Menanggapi kritik tersebut, Trump justru mempertegas posisinya dengan menyatakan dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.
“Leo harus bertindak lebih tegas sebagai seorang Paus,” ujar Trump.
Namun, Trump tidak merinci secara spesifik kebijakan luar negeri Vatikan yang ia anggap buruk.
Paus Leo XIV Dikenal Hati-Hati
Sebagai pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV dikenal memiliki gaya komunikasi yang hati-hati dan cenderung diplomatis dalam merespons isu global.
Meski demikian, dalam beberapa kesempatan terakhir, ia mulai bersuara lebih tegas terhadap isu kemanusiaan, konflik internasional, dan perlakuan terhadap imigran.
Sikap ini dinilai sebagai upaya Vatikan untuk menegaskan posisi moral di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Potensi Dampak Global
Pernyataan Trump terhadap Paus Leo XIV berpotensi memperkeruh hubungan antara pemimpin politik dan otoritas moral global.
Selain itu, polemik ini juga dapat memicu perdebatan luas terkait batas antara politik, agama, dan kebijakan internasional.
Dengan kedua tokoh memiliki pengaruh besar di dunia, dinamika ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik internasional. (*)
Poin Utama Berita
- Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV
- Trump menyebut Paus lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri
- Kritik muncul setelah Paus menentang kebijakan AS terkait Iran
- Paus juga menyoroti kebijakan imigrasi Amerika Serikat
- Trump mengaku bukan penggemar Paus Leo XIV
- Pernyataan ini memicu sorotan global dan potensi ketegangan diplomatik

















