Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISSOSIAL POLITIK

DPR Dorong Industri Besar Libatkan UMKM, Petani dan Peternak Lokal dalam Rantai Produksi

36
×

DPR Dorong Industri Besar Libatkan UMKM, Petani dan Peternak Lokal dalam Rantai Produksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK | Sentrapos.co.idDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong industri berskala besar agar lebih masif melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta peternak lokal dalam rantai produksi industri nasional.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional di tengah tantangan global.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan perusahaan besar seharusnya dapat berperan sebagai off taker bagi produk-produk UMKM sehingga terjadi sinergi antara industri besar dan ekonomi rakyat.

Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi di Gresik
Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi di Gresik

“Perusahaan besar bisa menjadi off taker bagi UMKM sehingga produk-produk mereka dapat menjadi bagian dari rantai produksi industri,” kata Erna saat kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Industri Besar Dorong Perputaran Ekonomi Daerah

Erna menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam industri besar akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata, terutama jika produk UMKM digunakan sebagai bahan baku produksi.

Menurutnya, kontribusi UMKM dalam rantai produksi industri seharusnya memiliki persentase yang signifikan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Garudafood Jadi Contoh Kolaborasi Industri dan UMKM

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI juga meninjau langsung aktivitas produksi di PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk yang dinilai berhasil melibatkan berbagai pelaku ekonomi lokal.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan petani kacang tanah dan peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh baik bagi industri nasional.

“Garudafood memiliki program yang baik dalam mendukung keterlibatan UMKM, petani, serta peternak dalam pemenuhan bahan baku produk makanan dan minuman,” ujar Reghi.

Pembinaan Petani dan Peternak Lokal

Direktur Supply Chain and Procurement PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Johanes Setiddharma, menjelaskan pihaknya telah membina petani untuk menanam komoditas kacang tanah di lahan seluas 200 hektare guna memenuhi standar kualitas bahan baku industri.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pembinaan kepada peternak sapi perah untuk menghasilkan susu berkualitas dengan produksi rata-rata tiga liter per ekor per hari.

Program pembinaan peternak tersebut telah berjalan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dan kini sedang dikembangkan di Boyolali, Jawa Tengah.

Industri Hadapi Tantangan Bahan Baku

Di sisi lain, industri makanan dan minuman saat ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan bahan baku akibat fluktuasi nilai tukar mata uang yang dipengaruhi situasi geopolitik global.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah industri kesulitan memperoleh bahan baku seperti minyak, garam, dan komoditas lainnya.

“Fluktuasi mata uang membuat industri makanan dan minuman kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku,” kata Bambang.

Namun demikian, ia menilai sektor makanan dan minuman tetap memiliki potensi besar di pasar domestik, sehingga kolaborasi dengan potensi lokal seperti UMKM, petani, dan peternak menjadi langkah strategis.

DPR Minta Dukungan Pemerintah

Komisi VII DPR RI juga mendorong pemerintah untuk memperkuat integrasi antara industri besar dan potensi ekonomi lokal melalui kebijakan lintas kementerian.

“Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk mengintegrasikan sektor industri dengan potensi lokal, termasuk sektor garam melalui Kementerian KKP dan Kementerian Perindustrian,” ujar Bambang.

Dengan sinergi tersebut, DPR berharap industri nasional tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu memberdayakan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal. (*)

Example 300250