JAKARTA | Sentrapos.co.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan penyesuaian status kesiapsiagaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Siaga 1 menjadi Siaga 3 merupakan langkah yang tepat dan proporsional dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Menurut Dave, perubahan status tersebut tetap mampu memastikan keamanan masyarakat sekaligus menjaga efisiensi penggunaan sumber daya militer.
“Kesiapsiagaan bukan hanya soal level angka, melainkan bagaimana TNI mampu merespons setiap potensi ancaman dengan cepat, terukur, dan efektif,” kata Dave Laksono di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan Komisi I DPR mendukung langkah TNI yang tetap menjaga kewaspadaan tanpa harus menerapkan status siaga yang berlebihan.
Penyesuaian Dinilai Proporsional
Dave menjelaskan bahwa tingkat kesiapsiagaan militer harus selalu disesuaikan dengan dinamika ancaman serta kebutuhan aktual di lapangan.
Dengan status Siaga 3, TNI tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, namun dengan penggunaan sumber daya yang lebih terukur.
“Kami mendukung langkah TNI yang menjaga kewaspadaan namun tetap proporsional sehingga pasukan dapat fokus pada tugas pengamanan yang paling relevan,” ujarnya.
Ia juga meyakini kebijakan tersebut mencerminkan kesiapan TNI yang matang dalam menjalankan tugas pertahanan negara.
Menurut Dave, strategi pengamanan yang terukur menunjukkan bahwa TNI mampu menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
“Kebijakan ini menumbuhkan optimisme bahwa keamanan nasional dapat terjaga dengan baik sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan rasa aman,” tambahnya.
TNI AD Terapkan Siaga 3 Jelang Lebaran
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa saat ini jajaran TNI AD menerapkan status Siaga 3 setelah sebelumnya berada pada status Siaga 1.
Kebijakan tersebut merujuk pada telegram Panglima TNI terkait pengamanan wilayah menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan pengamanan Idul Fitri,” ujar Brigjen Donny Pramono saat ditemui awak media di Markas Besar TNI AD, Kamis (12/3/2026).
Penerapan status Siaga 3 tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan pasukan dalam menjaga keamanan wilayah selama periode Lebaran, yang biasanya ditandai dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dengan langkah ini, TNI diharapkan mampu memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama masyarakat menjalankan aktivitas mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. (*)




















