“Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialaminya,” ujar Budi.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Polda Metro Jaya menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor.
“Kami mengutamakan keselamatan korban serta menindaklanjuti setiap informasi dan alat bukti yang ada,” kata Budi.
Serangan Disorot Dunia Internasional
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus juga mendapat perhatian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyatakan keprihatinannya atas serangan tersebut dan mendesak agar pelaku segera diadili.
“Sangat prihatin atas serangan penyiraman air keras yang mengerikan terhadap Andrie Yunus. Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban,” tulis Türk melalui akun media sosial resmi PBB.
Ia menegaskan bahwa pembela hak asasi manusia harus dilindungi dan tidak boleh menjadi target kekerasan.
Hal serupa juga disampaikan Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, Mary Lawlor, yang meminta pemerintah Indonesia melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
“Saya menyerukan otoritas Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan yang menyeramkan ini,” kata Lawlor.
Kasus teror terhadap aktivis KontraS ini kini menjadi perhatian luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional, seiring tuntutan agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. (*)




















