SURABAYA | Sentrapos.co.id — Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mendorong langkah konkret Pemerintah Kota dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks. Salah satu upaya yang diusulkan adalah peremajaan armada pengangkut sampah serta skema penanganan khusus untuk sampah berukuran besar dan berat.
Menurut Toni—sapaan akrabnya—penanganan sampah tidak bisa lagi menggunakan pola lama, melainkan membutuhkan pendekatan adaptif dan solutif.
“Untuk sampah yang membutuhkan effort lebih seperti kasur, kursi bekas, dan lainnya, dinas harus bisa membuat formula khusus yang memudahkan warga,” ujarnya, Jumat.
Skema Retribusi Khusus untuk Sampah Berat
Toni mengusulkan adanya skema retribusi khusus bagi masyarakat yang ingin membuang sampah berat. Kebijakan ini dinilai mampu memberikan solusi praktis sekaligus mencegah praktik pembuangan liar.
“Dengan adanya skema itu, masyarakat punya opsi jelas, sehingga tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai atau tempat yang tidak semestinya,” tegasnya.
Pengawasan Limbah Usaha Diperketat
Selain dari sektor rumah tangga, DPRD juga menyoroti kontribusi sampah dari sektor usaha. Ia meminta pengawasan lebih ketat oleh Satpol PP Kota Surabaya terhadap pengelolaan limbah.
“Pengawasan harus dilakukan secara komprehensif, apakah pengelolaan limbah sudah sesuai perizinan atau belum,” katanya.
Namun demikian, pendekatan yang dilakukan tetap harus mengedepankan sisi edukatif dan humanis.
“Pengawasan dimulai dari sosialisasi yang intens agar sampah bisa direduksi sejak dari sumbernya,” tambahnya.
Armada Tua Jadi Sorotan, Perlu Segera Diremajakan
Di sisi lain, kondisi armada pengangkut sampah di Surabaya turut menjadi perhatian. Sejumlah kendaraan dinilai sudah berusia tua dan tidak lagi memenuhi standar operasional.
“Dinas Lingkungan Hidup harus mengganti kendaraan yang usianya di atas 15 tahun agar tidak ada sampah tercecer dan estetika kota tetap terjaga,” ujar Toni.
Dorong Kendaraan Ramah Lingkungan
Lebih jauh, Toni menekankan bahwa peremajaan armada harus selaras dengan visi ramah lingkungan, termasuk penggunaan kendaraan berbasis energi non-fosil.
“Peremajaan harus mengacu pada kendaraan yang tidak berbahan bakar fosil, sejalan dengan langkah Pemkot Surabaya yang mulai menggunakan kendaraan dinas listrik,” tandasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan. (*)
Poin Utama Berita
- DPRD Surabaya dorong solusi konkret atasi masalah sampah
- Usulan skema retribusi khusus untuk sampah berat
- Sampah besar seperti kasur dan kursi perlu penanganan khusus
- Pengawasan limbah usaha oleh Satpol PP diminta diperketat
- Pendekatan humanis dan edukatif tetap dikedepankan
- Armada pengangkut sampah tua perlu segera diremajakan
- Dorongan penggunaan kendaraan ramah lingkungan non-fosil

















