Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembak di Bandara Koroway Papua, IPI Desak Presiden Prabowo Jamin Keamanan Penerbangan

31
×

Dua Pilot Smart Air Tewas Ditembak di Bandara Koroway Papua, IPI Desak Presiden Prabowo Jamin Keamanan Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan yang menewaskan dua pilot maskapai Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Dua korban yakni Kapten Egon Erawan dan Kopilot Capt. Baskoro Adi Anggoro. Keduanya meninggal dunia akibat luka tembak setelah pesawat yang mereka kemudikan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT.

Ketua IPI, Muammar Reza Nugraha, menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan brutal yang mencoreng dunia penerbangan nasional.

“Dua rekan sejawat kami, selepas mendarat, diserang, dianiaya, ditembak dan dibunuh secara biadab, keji dan brutal,” ujar Muammar dalam konferensi pers di Bintaro, Kamis (12/2/2026).

13 Penumpang Selamat, Termasuk Bayi

Pesawat Smart Air tersebut mengangkut 13 penumpang, termasuk satu bayi. Seluruh penumpang dilaporkan selamat.

Pesawat sebelumnya lepas landas dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT menuju Koroway, wilayah pedalaman Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara akibat keterbatasan akses darat.

Sekitar 30 menit kemudian, pesawat mendarat. Tak lama setelah itu, terdengar suara tembakan yang mengenai pesawat.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Kapten Egon sempat mengirimkan pesan darurat melalui perangkat GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan sebagai penanda situasi genting di lokasi.

Dinilai Pelanggaran Berat Hukum Nasional dan Internasional

IPI menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum penerbangan nasional maupun ketentuan internasional.

“Tindakan tersebut adalah pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, pelanggaran terhadap ICAO Annex 17 tentang aviation security, serta Chicago Convention 1944,” tegas Muammar.

Menurutnya, bandara merupakan objek vital nasional yang wajib dijamin keamanannya oleh negara dari segala bentuk gangguan.

“Bandara adalah objek vital nasional yang harus dilindungi dari ancaman keamanan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

IPI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Atas kejadian ini, IPI meminta perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan penerbangan, khususnya di wilayah berisiko tinggi seperti Papua.

“Memohon dengan hormat perhatian khusus dari Bapak Presiden untuk bertindak segera dan memastikan keamanan penerbangan,” kata Muammar.

IPI juga mendesak Komite Nasional Keamanan Penerbangan mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan penghentian sementara operasional bandara yang dinilai belum aman.

“Mengambil langkah pencegahan berupa penghentian operasional bandara berisiko keamanan tinggi sampai terjaminnya keamanan penerbangan,” tambahnya.

Selain itu, IPI mengimbau seluruh pilot yang bertugas di daerah rawan konflik untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi keamanan sebelum dan sesudah pendaratan.

“Kami berharap ini menjadi peristiwa terakhir dalam sejarah penerbangan Indonesia,” pungkas Muammar.

Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan penerbangan di wilayah pedalaman Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara sebagai urat nadi distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas masyarakat.

Negara diharapkan hadir secara konkret dalam menjamin keselamatan awak pesawat, penumpang, dan seluruh operasional penerbangan di wilayah rawan. *

Example 300250