JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengambil langkah strategis dengan menyiapkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya efisiensi energi di tengah gejolak global.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap ketidakstabilan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia dan berpotensi membebani subsidi energi nasional.
“Kami menginstruksikan langkah penghematan energi dan anggaran sebagai bentuk respons terhadap kondisi global yang memengaruhi harga minyak,” tegas Fawait.
Tekan Beban Subsidi BBM
Fawait menjelaskan, lonjakan harga minyak mentah global memberikan tekanan terhadap subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret untuk menekan konsumsi energi.
“Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak. Daerah harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Jember masih dalam kondisi aman dan kebijakan ini murni sebagai langkah preventif.
WFH ASN Jadi Strategi Efisiensi
Sebagai bagian dari kebijakan efisiensi, Pemkab Jember melalui BKPSDM tengah merancang skema WFH bagi ASN. Sistem kerja ini diproyeksikan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar kendaraan dinas serta operasional kantor.
“Kami siapkan skema WFH, kemungkinan satu hingga dua hari dalam sepekan. Pelayanan publik tetap kami jaga agar tidak terganggu,” jelasnya.
Pengalaman penerapan WFH saat pandemi COVID-19 menjadi dasar optimisme bahwa sistem ini tetap efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Open House Lebaran Ditiadakan
Selain penghematan energi operasional, Pemkab Jember juga memutuskan untuk tidak menggelar acara open house resmi di Pendapa Wahyawibawagraha pada Lebaran 2026.
Namun demikian, Bupati tetap membuka ruang silaturahmi secara sederhana bagi masyarakat dan tamu yang ingin berkunjung.
“Kami kembali ke kesederhanaan. Tidak ada open house formal, tapi tetap menerima tamu dengan jamuan sederhana,” kata Fawait.
Ajakan Efisiensi Nasional
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam menghadapi dinamika global, sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kebijakan efisiensi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan global secara bijak. (*)




















