Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONAL

Ekonomi Kreatif Disebut “Tambang Baru” RI, Teuku Riefky Harsya Dorong Kolaborasi Data untuk Akselerasi Nasional

26
×

Ekonomi Kreatif Disebut “Tambang Baru” RI, Teuku Riefky Harsya Dorong Kolaborasi Data untuk Akselerasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan sektor ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang potensinya setara dengan sektor tambang.

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (28/3/2026), dalam rangka memperkuat kolaborasi berbasis data untuk mendorong percepatan pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

“Ekonomi kreatif ini seperti tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama,” tegas Teuku Riefky, merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, terutama untuk memperkuat ekosistem kreatif yang adaptif dan berkelanjutan.

Kunjungan tersebut juga bertujuan menyerap aspirasi pelaku industri kreatif, khususnya di sektor media dan informasi. Menteri Ekraf menilai kolaborasi dengan pihak swasta dan media sangat strategis dalam memperkuat fondasi kebijakan nasional.

“Dari data yang kuat, kita bisa menentukan arah pengembangan ekonomi kreatif yang lebih tepat dan berdampak luas,” ujarnya.

Dalam paparannya, Teuku Riefky mengungkapkan capaian positif sektor ekonomi kreatif. Investasi ekraf tercatat mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target 2025. Sementara itu, pertumbuhan PDB ekonomi kreatif pada 2024 mencapai 6,57 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen.

Empat indikator utama yang menjadi fokus Kementerian Ekraf meliputi peningkatan investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, pihak Katadata Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem berbasis data dan riset.

Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra, menyampaikan bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara data, riset, dan narasi yang kuat.

“Kami percaya ekosistem kolaboratif berbasis data akan menjadi fondasi utama ekonomi kreatif Indonesia ke depan,” ungkap Metta.

Diskusi antara pemerintah dan Katadata juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, serta pemanfaatan data komprehensif sebagai dasar kebijakan nasional.

Langkah ini dinilai menjadi bagian strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas. (*)


Poin Utama Berita

  • Ekonomi kreatif disebut sebagai “tambang baru” pertumbuhan ekonomi Indonesia
  • Pemerintah dorong kolaborasi berbasis data untuk pengembangan 17 subsektor ekraf
  • Investasi ekraf capai Rp183,01 triliun (134% dari target 2025)
  • Pertumbuhan PDB ekraf (6,57%) melampaui ekonomi nasional (5,03%)
  • Kolaborasi pemerintah, media, dan swasta jadi kunci penguatan ekosistem kreatif
  • Katadata siap jadi mitra strategis berbasis riset dan data