Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Ekspor Beras Haji Terancam Gagal Imbas Konflik, Menhaj: Hanya 30 Ton untuk Petugas yang Bisa Dikirim

25
×

Ekspor Beras Haji Terancam Gagal Imbas Konflik, Menhaj: Hanya 30 Ton untuk Petugas yang Bisa Dikirim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Rencana ekspor beras untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terancam batal. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, situasi geopolitik menjadi faktor utama yang menghambat distribusi logistik tersebut.

Menurut Irfan, Perum Bulog sebelumnya telah mengapalkan sekitar 2.200 ton beras pada awal Ramadan. Namun, rencana itu terganggu akibat pecahnya konflik hanya dua hari setelah pengiriman.

“Bulog sempat mengapalkan 2.200 ton beras, tapi dua hari setelah pengapalan, meletus perang,” ujar Irfan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (8/4/2026).


Fokus Dialihkan untuk Kebutuhan Petugas Haji

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kini memprioritaskan pengiriman beras dalam jumlah terbatas, khusus untuk kebutuhan petugas haji Indonesia.

Irfan menyebutkan, total beras yang memungkinkan dikirim hanya sekitar 30 ton untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.600 petugas haji.

Beras yang dikirim juga memiliki spesifikasi khusus, yakni berjenis premium Pandan Wangi Cianjur dengan kualitas tinggi.

“Beras yang dikirim harus long grain, tingkat pecahan maksimal 5 persen, dan harganya di bawah pasar,” jelasnya.

Saat ini, proses produksi masih berlangsung di wilayah Cianjur, bersamaan dengan penyelesaian administrasi ekspor-impor.

Pengiriman direncanakan menggunakan jalur kargo udara dengan target keberangkatan pada 12 April 2026.


Dampak Konflik Global terhadap Logistik Haji

Gangguan distribusi beras ini menunjukkan dampak nyata konflik global terhadap pelaksanaan ibadah haji, khususnya dalam hal logistik dan kebutuhan konsumsi jemaah.

Meski demikian, pemerintah memastikan kebutuhan utama jemaah tetap akan dipenuhi melalui skema alternatif yang lebih aman.


Prabowo Pastikan Biaya Haji Turun

Di tengah tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memastikan kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia.

Pemerintah memutuskan untuk menurunkan biaya haji tahun 2026 sekitar Rp2 juta, meskipun terjadi kenaikan harga avtur.

“Kita pastikan biaya haji 2026 turun sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” tegas Prabowo dalam rapat kerja di Istana Merdeka.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kalangan bawah yang ingin menunaikan ibadah haji.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat paling bawah,” tambahnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Ekspor 2.200 ton beras haji terancam gagal akibat konflik global
  • Bulog sempat kirim beras, namun terganggu dua hari kemudian
  • Pemerintah alihkan fokus pengiriman untuk petugas haji
  • Hanya 30 ton beras premium disiapkan untuk 1.600 petugas
  • Pengiriman direncanakan via kargo udara pada 12 April 2026
  • Konflik global berdampak pada logistik ibadah haji
  • Presiden Prabowo turunkan biaya haji 2026 sebesar Rp2 juta
  • Kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat