Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISOTOMOTIFPERISTIWA

Ekspor Mobil Indonesia Melejit Awal 2026, Tembus 86.588 Unit! Toyota Masih Jadi Raja Pasar Global

79
×

Ekspor Mobil Indonesia Melejit Awal 2026, Tembus 86.588 Unit! Toyota Masih Jadi Raja Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kinerja ekspor mobil buatan Indonesia terus menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Permintaan kendaraan produksi dalam negeri dari berbagai negara semakin meningkat, menandakan kualitas manufaktur otomotif Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil dalam bentuk completely built up (CBU) mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua bulan pertama tahun ini.

Pada Februari 2026, ekspor kendaraan utuh dari Indonesia tercatat mencapai 46.585 unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari 2025 yang hanya sebesar 36.789 unit.

Sementara pada Januari 2026, ekspor mobil tercatat sebanyak 40.003 unit. Dengan demikian, terjadi peningkatan sekitar 6.582 unit dalam satu bulan.

Secara persentase, pertumbuhan ekspor kendaraan Indonesia mencapai sekitar 16,5 persen dibandingkan Januari 2026.

Jika dihitung secara total, ekspor mobil Indonesia selama dua bulan pertama 2026 mencapai 86.588 unit.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 70.212 unit.

“Artinya, terjadi peningkatan ekspor mobil sebesar 23,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.”

Peningkatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif penting di kawasan Asia Tenggara.


Toyota Masih Mendominasi Ekspor Mobil Indonesia

Dalam daftar produsen otomotif, Toyota masih menjadi kontributor terbesar ekspor kendaraan dari Indonesia.

Pada Februari 2026, Toyota tercatat mengekspor 16.859 unit kendaraan.

Sementara secara akumulasi selama dua bulan pertama 2026, total ekspor Toyota mencapai 28.440 unit dengan pangsa pasar sekitar 32,8 persen dari total ekspor nasional.

Posisi kedua ditempati oleh Daihatsu, yang mencatatkan ekspor sebanyak 11.844 unit pada Februari 2026.

Secara total dalam dua bulan pertama tahun ini, ekspor Daihatsu mencapai sekitar 22.637 unit.

Sementara Mitsubishi Motors menempati posisi ketiga dengan ekspor 8.710 unit pada Februari 2026.

Total ekspor Mitsubishi selama periode Januari–Februari 2026 tercatat sekitar 18.146 unit.

“Dominasi tiga merek Jepang ini menunjukkan kuatnya ekosistem industri otomotif Indonesia sebagai basis produksi kendaraan untuk pasar ekspor.”


Ekspor CKD Indonesia Juga Meningkat

Selain ekspor kendaraan utuh atau CBU, Indonesia juga mengirim kendaraan dalam bentuk completely knock down (CKD).

Pada Februari 2026, ekspor CKD dari Indonesia tercatat sebanyak 7.898 set.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang berada di angka 6.036 set.

Secara total, ekspor CKD selama dua bulan pertama tahun ini mencapai 13.934 set.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri otomotif nasional tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan jadi, tetapi juga menjadi pemasok komponen kendaraan untuk pasar internasional.

Dengan tren peningkatan ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara sekaligus pemain penting dalam rantai pasok industri kendaraan global. (*)