Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Eri Cahyadi Dorong Mahasiswa STIDKI Surabaya Jadi Agen Perubahan Lewat Dakwah dan Pemberdayaan

27
×

Eri Cahyadi Dorong Mahasiswa STIDKI Surabaya Jadi Agen Perubahan Lewat Dakwah dan Pemberdayaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar-Rahmah Surabaya (STIDKI) untuk menjadi agen perubahan melalui dakwah yang tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Eri Cahyadi saat menghadiri kuliah umum sekaligus pelepasan International Student Mobility Program di Surabaya, Rabu. Ia menegaskan bahwa perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu dimulai dari peran pemuda.

“Perubahan besar sebuah negara selalu dimulai dari pergerakan pemuda. Peristiwa Rengasdengklok yang menjadi pemicu Proklamasi Kemerdekaan RI adalah bukti sejarah kekuatan anak muda,” ujar Eri.

Menurutnya, jika ingin memperbaiki bangsa dan mengikis kemaksiatan, maka perubahan harus dimulai dari akhlak pemuda yang baik. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai motor perubahan sosial dan moral.

“Kalau ingin mengubah bangsa, mulailah dari akhlak pemudanya. Anda semua adalah agen perubahan itu,” tegasnya.

Eri juga mengingatkan agar dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui keteladanan dan perbuatan nyata yang mampu menyentuh hati masyarakat.

“Dakwah itu bukan hanya bicara. Ketika imamnya muda, suaranya bagus, makhrajnya benar, orang akan tersentuh. Dakwah harus membuat orang tertarik pada Islam,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota Surabaya itu mengungkapkan rencana kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Surabaya dan STIDKI. Kolaborasi tersebut diarahkan agar mahasiswa dakwah terjun langsung ke kampung-kampung dan lingkungan RW untuk memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya sedih kalau melihat masjid megah, tapi di sekitarnya masih banyak warga miskin. Masjid harus menjadi pusat ekonomi,” ujarnya.

Eri menyebut, mahasiswa STIDKI dapat berperan aktif dalam pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM, penguatan manajemen zakat dan infak, serta berbagai program sosial lainnya untuk mengentaskan kemiskinan.

“Saya ingin menggandeng STIDKI untuk masuk ke RW-RW, mendampingi UMKM, membantu sertifikasi halal, hingga mengelola zakat dan infak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Eri berharap dakwah dapat menjadi kekuatan transformasi sosial, yang tidak hanya membangun spiritualitas umat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga Surabaya. (*)