Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASINASIONAL

Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, 15 Orang di Teheran Ajukan Permintaan

30
×

Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, 15 Orang di Teheran Ajukan Permintaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Indonesia bersiap mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah akibat konflik yang sedang berlangsung. Langkah evakuasi ini menjadi prioritas pemerintah guna memastikan keselamatan dan perlindungan WNI yang berada di wilayah terdampak.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk segera mengambil langkah evakuasi apabila terdapat WNI yang meminta untuk dipulangkan.

“Tadi siang saya memerintahkan Dubes di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi segera jika ada masyarakat Indonesia yang meminta dievakuasi. Saat ini ada sekitar 15 orang di Teheran yang mengajukan permintaan evakuasi,” ujar Sugiono dalam keterangan pers, Selasa (3/3/2026) malam.

Menurutnya, proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap dan bersifat sukarela, dengan mempertimbangkan berbagai faktor penting, termasuk kondisi kesehatan, kesiapan logistik, serta situasi keamanan di lapangan.

Sugiono menjelaskan bahwa rencana evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat karena ruang udara Iran saat ini masih ditutup akibat situasi keamanan. Para WNI yang dievakuasi direncanakan akan menuju Baku, Azerbaijan, dengan estimasi perjalanan darat sekitar 10 jam dari Teheran.

“Ruang udara masih ditutup, sehingga evakuasi direncanakan melalui jalur darat menuju Baku. Perjalanan sekitar 10 jam dan harus dihitung dengan matang, termasuk logistik dan kondisi kesehatan warga yang akan dievakuasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksa WNI untuk mengikuti proses evakuasi. Hanya mereka yang menyatakan kesediaan yang akan difasilitasi pemerintah untuk dipindahkan dari wilayah terdampak konflik.

“Tidak mungkin orang yang tidak mau dipindahkan kita pindahkan. Evakuasi dilakukan bagi WNI yang bersedia, dan akan dilaksanakan secara bertahap,” tegas Sugiono.

Lebih lanjut, Sugiono menyebut bahwa tidak semua WNI yang berada di kawasan Timur Tengah terdampak konflik mengajukan permintaan evakuasi. Beberapa negara yang turut terdampak situasi keamanan di kawasan tersebut antara lain Persatuan Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

“Dari WNI terdampak, tidak semuanya menyampaikan permintaan evakuasi. Di Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab misalnya, hingga saat ini tidak ada permintaan evakuasi,” katanya.

Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi global dan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain menyiapkan langkah perlindungan bagi WNI, pemerintah juga terus melakukan komunikasi diplomatik dengan negara-negara terkait guna mendorong stabilitas dan mencegah konflik semakin meluas.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan seluruh WNI di luar negeri, khususnya di wilayah yang sedang mengalami ketegangan geopolitik. (*)