JOMBANG | Sentrapos.co.id – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) bergerak cepat melakukan perbaikan peralatan Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kabupaten Jombang, yang mengalami kerusakan akibat terjangan material pohon dan bambu yang terbawa derasnya arus Sungai Marmoyo.
Tim BPBD Jatim bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jombang langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi alat deteksi dini banjir tersebut.
“EWS-nya tersapu material banjir dan tumpukan pohon. Sensornya juga terkena hantaman material bambu,” ujar Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (14/1/2026).
Penanganan Sementara dan Asesmen Teknis
Dadang menjelaskan, tingginya curah hujan yang terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem berdampak langsung pada sejumlah peralatan kebencanaan, termasuk EWS banjir di wilayah Jombang.
“Setelah peralatan diterjang material dari Sungai Marmoyo, tim langsung melakukan asesmen lapangan serta penanganan sementara,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, petugas BPBD Jatim membersihkan sisa material pohon dan kayu yang masih menumpuk di sekitar lokasi EWS. Proses pembersihan dilakukan menggunakan perahu karet guna menjangkau area yang sulit diakses.
Sinyal Status Awas Terdeteksi
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menambahkan bahwa perbaikan EWS akan segera dilakukan mengingat alat tersebut memiliki peran vital dalam mitigasi banjir.
“Kami akan segera melakukan perbaikan. Dari pantauan dashboard BPBD Jatim, sejak akhir pekan lalu EWS di lokasi ini sudah menunjukkan sinyal status awas,” ungkapnya.
BPBD Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Hingga saat ini, BPBD Jatim terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul masih tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Petugas di lapangan diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
BPBD Jatim juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi kenaikan debit air atau kerusakan fasilitas kebencanaan di wilayahnya. (*)




















