Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
OTOMOTIFPERISTIWA

F1 Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 Akibat Konflik Timur Tengah, Kalender Musim Dipangkas Jadi 22 Balapan

33
×

F1 Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 Akibat Konflik Timur Tengah, Kalender Musim Dipangkas Jadi 22 Balapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ajang balap dunia Formula One secara resmi mengonfirmasi pembatalan dua seri balapan musim 2026, yakni Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix, menyusul memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Keputusan ini membuat kalender musim F1 2026 yang semula direncanakan berlangsung dengan jumlah balapan lebih banyak, kini resmi dipangkas menjadi 22 seri.

Balapan di Bahrain sebelumnya dijadwalkan menjadi seri keempat musim ini pada 10–12 April 2026, sebelum dilanjutkan dengan balapan di Jeddah, Arab Saudi pada 17–19 April 2026.

Namun situasi keamanan di kawasan tersebut dinilai belum kondusif, terutama akibat meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan koalisi United States serta Israel.

Pihak Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) bersama manajemen Formula 1 akhirnya mengambil keputusan tegas demi faktor keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Formula 1 memutuskan membatalkan dua balapan di Timur Tengah demi menjamin keselamatan pembalap, kru tim, dan para penggemar di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.


Tidak Ada Seri Pengganti

Pengumuman resmi pembatalan ini disampaikan menjelang digelarnya Chinese Grand Prix pada Minggu (15/3/2026).

Selain memastikan pembatalan, pihak Formula 1 juga menegaskan tidak akan ada balapan pengganti untuk dua seri yang dibatalkan tersebut.

Sejumlah sirkuit alternatif sempat dipertimbangkan oleh pihak penyelenggara. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan keamanan, keputusan akhir diambil untuk tidak menambah seri baru dalam kalender musim 2026.

CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyebut keputusan tersebut merupakan langkah sulit namun diperlukan.

“Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah,” ujar Stefano Domenicali.


Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Sementara itu Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan bahwa keselamatan seluruh komunitas Formula 1 menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini.

Menurutnya, FIA harus memastikan setiap penyelenggaraan balapan berlangsung dalam kondisi aman bagi pembalap, kru tim, hingga para penggemar.

“FIA akan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan komunitas dan kolega kami. Setelah pertimbangan yang cermat, kami mengambil keputusan ini dengan tanggung jawab tersebut sebagai prioritas utama,” kata Mohammed Ben Sulayem.

Ia juga berharap situasi di kawasan Timur Tengah dapat segera kembali stabil sehingga Formula 1 dapat kembali menggelar balapan di kedua negara tersebut.

“Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan kami berharap dapat kembali ke sana sesegera mungkin setelah keadaan memungkinkan,” ujarnya.

Meski dua seri dibatalkan, Formula 1 memastikan bahwa kompetisi musim 2026 tetap berjalan sesuai jadwal untuk seri lainnya dengan total 22 balapan sepanjang musim. (*)

Example 300250