TEHERAN | Sentrapos.co.id — Operasi penyelamatan dramatis dilakukan militer Amerika Serikat setelah jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan ditembak jatuh di wilayah Iran, Jumat (3/4/2026).
Pesawat tersebut membawa dua awak, yakni pilot dan petugas sistem persenjataan. Insiden ini langsung memicu salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling kompleks di wilayah musuh.
Menurut laporan media internasional, operasi penyelamatan melibatkan pesawat tanker dan angkut C-130 Hercules serta helikopter tempur H-60 Black Hawk. Armada ini terbang rendah dan lambat di wilayah berbukit Iran—strategi berisiko tinggi karena rentan terhadap serangan darat dan senjata antipesawat.
Dalam misi tersebut, pasukan elite dikerahkan dengan pengamanan ketat. Penembak yang ditempatkan di pintu helikopter bertugas mengamankan zona pendaratan sekaligus melindungi tim penyelamat.
Operasi ini berlangsung dalam kondisi ekstrem, dengan ancaman tembakan dari darat dan sistem pertahanan udara musuh yang aktif.
Salah satu awak, yakni pilot, berhasil diselamatkan lebih awal pada hari kejadian. Sementara itu, kru kedua sempat hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi pada Minggu (5/4/2026).
Laporan menyebutkan keterlibatan CIA dalam operasi ini, termasuk menjalankan strategi pengalihan informasi untuk mengelabui pihak lawan.
CIA disebut menyebarkan informasi palsu guna mengalihkan perhatian, sembari menggunakan kemampuan intelijen untuk melacak lokasi kru yang hilang.
Setelah lokasi kru kedua teridentifikasi, laporan disampaikan ke Pentagon dan Gedung Putih. Presiden Donald Trump kemudian memerintahkan operasi penyelamatan segera.
Di sisi lain, pasukan Korps Garda Revolusi Iran sempat berupaya mendekati lokasi jatuhnya pesawat. Namun, jet tempur AS melakukan serangan untuk mencegah intervensi tersebut.
“Operasi ini menunjukkan keunggulan dan dominasi udara kami,” ujar Trump, seraya memastikan kedua awak berhasil diselamatkan meski mengalami cedera ringan.
Meski misi penyelamatan dinyatakan sukses, insiden jatuhnya F-15E ini menegaskan bahwa Iran masih memiliki kemampuan pertahanan udara yang signifikan dalam menghadapi kekuatan militer AS. (*)
Poin Utama Berita
- Jet tempur F-15E AS ditembak jatuh di Iran
- Dua awak berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar
- Operasi penyelamatan melibatkan C-130 dan helikopter H-60
- Misi dilakukan dengan risiko tinggi di wilayah musuh
- CIA diduga menjalankan strategi pengalihan informasi
- Presiden Donald Trump perintahkan evakuasi segera
- Kedua awak berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat
- Insiden menunjukkan kekuatan pertahanan udara Iran masih signifikan

















