Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIWISATA & KULINER

Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya RI–Uzbekistan, Revitalisasi Makam Imam Bukhari hingga Kolaborasi Film Sejarah

30
×

Fadli Zon Perkuat Diplomasi Budaya RI–Uzbekistan, Revitalisasi Makam Imam Bukhari hingga Kolaborasi Film Sejarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memperkuat diplomasi budaya Indonesia dengan Uzbekistan melalui dialog strategis bersama Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, dan Gubernur Samarkand, Adiz Boboev.

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, itu membahas perkembangan revitalisasi kompleks makam dan Masjid Imam Bukhari di Samarkand, yang kini berkembang sebagai pusat wisata sejarah dan religi kelas dunia.

Fadli Zon mengapresiasi komitmen pemerintah Uzbekistan dalam menghidupkan kembali situs bersejarah tersebut. Ia menilai, kompleks makam Imam Bukhari memiliki nilai historis yang kuat dalam hubungan bilateral Indonesia–Uzbekistan.

“Makam Imam Bukhari di Samarkand adalah salah satu pusat ziarah, sejarah, budaya dan representasi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Uzbekistan,” ujar Fadli Zon, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, hubungan kedua negara telah terjalin sejak era Soekarno, menjadikan situs tersebut simbol awal diplomasi budaya lintas negara.

Fadli juga menyinggung kontribusi ulama asal Samarkand dalam penyebaran Islam di Indonesia, salah satunya Maulana Malik Ibrahim.

Dorong Kolaborasi Film Sejarah

Selain sektor budaya dan sejarah, Kementerian Kebudayaan RI juga mendorong kerja sama industri kreatif, khususnya produksi film sejarah dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan.

Fadli Zon menegaskan, film memiliki kekuatan strategis dalam memperluas diplomasi budaya karena mampu menyampaikan nilai sejarah secara menarik dan mudah dipahami masyarakat.

“Film dapat menjadi unsur penting dalam diplomasi budaya Indonesia dan Uzbekistan, terlebih industri film Indonesia saat ini berkembang pesat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, industri film nasional menunjukkan tren positif dengan jumlah penonton mencapai 87 juta dan pangsa pasar sebesar 67 persen.

Program Pertukaran Budaya dan Festival

Dalam upaya mempererat hubungan bilateral, pemerintah Indonesia juga menggagas sejumlah program kerja sama, antara lain:

  • Pertukaran seniman dan budayawan
  • Residensi mahasiswa dan peneliti budaya
  • Festival budaya dan musik religi
  • Penguatan promosi wisata sejarah

Program ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperluas pengaruh budaya Indonesia di kancah internasional.

Uzbekistan Sambut Positif

Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen Uzbekistan untuk terus mempererat hubungan budaya dengan Indonesia.

“Kerja sama antara Uzbekistan dan Indonesia akan terus berlanjut dan kami berkomitmen memperkuat diplomasi budaya kedua negara,” ujarnya.

Potensi Wisata Ziarah Meningkat

Fadli Zon optimistis kerja sama ini akan membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi berbasis sejarah di Uzbekistan, khususnya bagi wisatawan Indonesia.

Selain makam Imam Bukhari, sejumlah destinasi lain juga dinilai potensial, seperti makam Imam Tirmidzi dan kompleks Bahauddin Naqshbandi.

“Ke depan, kerja sama ini dapat memperkuat diplomasi yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan pariwisata antara Indonesia dan Uzbekistan,” pungkas Fadli Zon. (*)

Poin Utama Berita

  • Fadli Zon lakukan dialog strategis dengan pejabat Uzbekistan di Jakarta
  • Revitalisasi makam Imam Bukhari jadi fokus kerja sama budaya
  • Situs sejarah dinilai simbol kuat hubungan Indonesia–Uzbekistan sejak era Soekarno
  • Indonesia dorong kolaborasi film sejarah sebagai alat diplomasi budaya
  • Program pertukaran budaya dan festival akan diperkuat
  • Uzbekistan menyambut positif penguatan kerja sama bilateral
  • Potensi wisata religi Uzbekistan kian diminati wisatawan Indonesia