Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
TEKNO & GAME

FBI Selidiki 7 Game Berbahaya di Steam, Diduga Sebar Malware dan Rugikan Gamer

33
×

FBI Selidiki 7 Game Berbahaya di Steam, Diduga Sebar Malware dan Rugikan Gamer

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Platform distribusi game digital terbesar milik Valve, Steam, kembali menjadi sorotan setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) mengumumkan penyelidikan terhadap sejumlah game yang diduga mengandung malware berbahaya.

Dalam laporan resminya, FBI menyebutkan setidaknya tujuh game di Steam yang masuk dalam radar investigasi, yakni BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova.


Diduga Satu Jaringan Penyebar Malware

FBI menduga seluruh game tersebut dikendalikan oleh satu kelompok atau individu yang sama, dengan modus menyisipkan malware untuk menyerang pengguna.

Serangan ini disebut telah berlangsung sejak Mei 2024 hingga Januari 2026, dengan salah satu kasus mencuat setelah menipu seorang streamer populer di platform Twitch.

“Game-game ini diduga menjadi sarana penyebaran malware yang dapat merugikan pengguna secara finansial,” demikian pernyataan FBI.


Korban Diminta Melapor

FBI kini membuka laporan bagi para korban yang terdampak. Pengguna yang merasa dirugikan diminta menyampaikan kronologi, termasuk cara menemukan game tersebut hingga kerugian yang dialami.

“Korban berpotensi mendapatkan kompensasi sesuai hukum federal dan negara bagian,” lanjut keterangan resmi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kejahatan siber yang menyasar komunitas gamer global.


Valve Diterpa Berbagai Kontroversi

Kasus malware ini menambah daftar persoalan hukum yang tengah dihadapi Valve sebagai pemilik Steam.

Sebelumnya, Jaksa Agung New York, Letitia James, menggugat praktik loot box dalam game populer seperti Dota 2 dan Team Fortress 2 yang dinilai menyerupai perjudian dan berpotensi menyasar anak-anak.

Selain itu, Valve juga menghadapi gugatan dari Negara Bagian Washington dan lembaga Performing Right Society di Inggris terkait isu serupa dan pelanggaran hak cipta.


Di Tengah Ambisi Besar Valve

Ironisnya, kontroversi ini muncul di tengah rencana besar Valve pada 2026, termasuk peluncuran perangkat baru seperti Steam Machine, Steam Frame VR headset, dan versi terbaru Steam Controller.

Namun, investigasi FBI dan tekanan hukum yang meningkat berpotensi memengaruhi reputasi perusahaan di industri game global.

“Valve harus memastikan keamanan platform sekaligus menjaga kepercayaan pengguna,” menjadi tantangan utama ke depan.


Ancaman Nyata Bagi Gamer

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi para gamer untuk lebih berhati-hati dalam mengunduh dan memainkan game, bahkan dari platform besar sekalipun.

Keamanan digital kini menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan dalam ekosistem industri game modern. (*)

Example 300250