Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
GAYA HIDUP & KOMUNITAS

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Guinness World Record, 5.054 Porsi Lontong Cap Go Meh Disajikan di Lapangan Banteng

48
×

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Guinness World Record, 5.054 Porsi Lontong Cap Go Meh Disajikan di Lapangan Banteng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Puncak perayaan Festival Imlek Nasional 2026 melalui kegiatan “Makan Besar Bersama Bobon Santoso” sukses mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor dunia Guinness World Record. Acara yang digelar di Lapangan Banteng ini berhasil menyajikan 5.054 porsi Lontong Cap Go Meh dalam waktu delapan jam.

Rekor tersebut resmi tercatat dalam kategori Most Servings of Lontong Cap Go Meh Served in 8 Hours, menjadikannya pencapaian monumental dalam sejarah kuliner Indonesia di tingkat internasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyambut positif capaian tersebut. Dalam keterangan resminya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, Irene menegaskan bahwa Lontong Cap Go Meh bukan sekadar sajian kuliner, melainkan simbol akulturasi budaya dan kreativitas ekonomi bangsa.

“Kegiatan makan besar ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM, kreator konten, dan komunitas lokal untuk menampilkan inovasi sambil menjaga tradisi kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Irene.

Ia menambahkan, momentum perayaan Imlek yang bertepatan dengan Ramadan tahun ini semakin memperkuat makna kebersamaan. Lontong Cap Go Meh dinilai sebagai simbol harmonisasi budaya Tionghoa dengan tradisi Ramadan di Indonesia.

“Hidangan ini merepresentasikan akulturasi kuliner Tionghoa dan tradisi Ramadan Indonesia, yang memperlihatkan wajah keberagaman serta inklusivitas bangsa,” lanjutnya.

Acara tersebut dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang yang turut menikmati hidangan khas Cap Go Meh. Antusiasme publik menunjukkan bahwa kuliner mampu menjadi medium pemersatu sekaligus ruang interaksi sosial lintas budaya.

Kegiatan “Makan Besar Bersama Bobon Santoso” tidak hanya mencetak rekor dunia, tetapi juga mempertegas peran kuliner tradisional sebagai bagian dari the new engine of growth dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional. Nilai gotong-royong, kebersamaan, dan apresiasi terhadap budaya lokal tercermin nyata dalam partisipasi masyarakat.

Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia tumbuh dari kekuatan budaya, inovasi, dan partisipasi publik, bukan semata dari industri besar. (*)

Example 300250