Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
WISATA & KULINER

Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 Digelar di GBK, Muhaimin Dorong UMKM Perkuat Ekonomi Kreatif

33
×

Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 Digelar di GBK, Muhaimin Dorong UMKM Perkuat Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Festival kuliner Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 resmi digelar pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Parkir Selatan Barat, seberang Stadion Softball Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Festival ini menghadirkan beragam kuliner khas Nusantara yang diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya menjadi ajang wisata kuliner, kegiatan ini juga menyediakan Klinik UMKM dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang memberikan pendampingan langsung bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis sekaligus melindungi produk mereka secara hukum.

Muhaimin: Festival untuk Perkuat Ekosistem UMKM

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, Festival Jejak Jajanan Nusantara dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif nasional.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar festival kuliner, melainkan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jejak Jajanan Nusantara ini adalah upaya kita membangun ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif. Kami ingin festival ini menjadi festival semua orang, bukan hanya festival untuk segelintir orang,” ujar Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh ruang tumbuh bersama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” tambahnya.

Perluas Pasar Produk UMKM

Festival Jejak Jajanan Nusantara juga diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk kuliner lokal kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, berbagai produk makanan khas Nusantara dapat dikenal lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional.

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi.

“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing,” kata Leontinus.

Hadirkan Beragam Aktivitas Komunitas

Selain menghadirkan puluhan tenant kuliner UMKM, festival ini juga akan diramaikan oleh berbagai aktivitas komunitas yang melibatkan masyarakat luas.

Sejumlah kegiatan interaktif seperti:

  • Olahraga komunitas

  • Pertunjukan seni

  • Aktivitas kreatif masyarakat

akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari di kawasan GBK Senayan.

Pemerintah berharap festival ini dapat menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, sekaligus memperkuat dukungan terhadap produk lokal Indonesia. (*)

Example 300250