Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BOLAPERISTIWA

FIFA Hukum Israel: Denda Rp3,2 Miliar hingga Sanksi Anti-Diskriminasi, Ini 3 Poin Tegasnya!

65
×

FIFA Hukum Israel: Denda Rp3,2 Miliar hingga Sanksi Anti-Diskriminasi, Ini 3 Poin Tegasnya!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idFIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Israel atas pelanggaran prinsip fair play, diskriminasi, dan rasisme dalam sepak bola internasional.

Keputusan tersebut diambil setelah Komisi Disiplin FIFA menindaklanjuti laporan dari Asosiasi Sepak Bola Palestina dalam Kongres FIFA.

Langgar Kode Disiplin FIFA

FIFA menyatakan Israel terbukti melanggar Pasal 13 Kode Disiplin FIFA terkait perilaku ofensif dan pelanggaran fair play, serta Pasal 15 yang mengatur tentang diskriminasi dan tindakan rasis.

“Pelanggaran ini berkaitan dengan perilaku ofensif dan tindakan yang bertentangan dengan prinsip fair play serta diskriminasi,” demikian pernyataan resmi FIFA.

Tiga Sanksi Tegas untuk Israel

Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan tiga sanksi utama:

  1. Denda sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3,2 miliar
  2. Peringatan keras atas pelanggaran yang dilakukan
  3. Kewajiban menjalankan kampanye anti-diskriminasi

Israel diwajibkan menampilkan pesan kampanye bertuliskan:

“Football Unites the World – No to Discrimination”

Pesan tersebut harus dipasang secara jelas dalam tiga pertandingan FIFA level A saat laga kandang, berdampingan dengan logo resmi negara.

Diberi Waktu 60 Hari dan Hak Banding

FIFA memberikan tenggat waktu selama 60 hari bagi Israel untuk melunasi denda yang telah dijatuhkan.

Selain itu, federasi sepak bola Israel masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA.

Sorotan Global terhadap Isu Diskriminasi

Keputusan FIFA ini menjadi sorotan dunia sepak bola internasional, sekaligus menegaskan komitmen organisasi tersebut dalam memerangi rasisme dan diskriminasi di lapangan hijau.

Langkah tegas ini juga menjadi pesan kuat bahwa pelanggaran nilai-nilai fair play dan kemanusiaan tidak akan ditoleransi dalam kompetisi sepak bola global. (*)