Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral CCTV: Belasan Gangster Bersenjata Celurit Serang Permukiman Warga Sawahan Surabaya Saat Menjelang Sahur

80
×

Viral CCTV: Belasan Gangster Bersenjata Celurit Serang Permukiman Warga Sawahan Surabaya Saat Menjelang Sahur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Aksi gangster remaja kembali meresahkan warga Kota Surabaya. Belasan remaja yang diduga anggota kelompok gangster melakukan penyerangan ke kawasan permukiman di Jalan Kupang Kerajan 1, Kecamatan Sawahan, pada Kamis dini hari (sekitar pukul 01.53 WIB).

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV lingkungan dan viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sekelompok remaja mendatangi pintu masuk gang permukiman warga sebelum akhirnya masuk ke dalam kawasan kampung.

Para pelaku diduga membawa senjata tajam jenis celurit, melempari batu ke arah rumah warga, serta menyalakan petasan yang diarahkan ke dalam gang.


Penyerangan Terjadi Saat Warga Bersiap Sahur

Seorang warga setempat, Muhammad Junaidi, mengatakan insiden terjadi ketika sejumlah pemuda kampung sedang bersiap membangunkan warga untuk sahur.

“Kalau untuk kronologi pastinya saya kurang tahu. Cuma dari CCTV terlihat anak sini mau berangkat untuk sahur, membangunkan orang puasa,” ujar Junaidi.

Menurutnya, sekelompok remaja tersebut awalnya berhenti di depan gapura gang permukiman sebelum melakukan provokasi kepada warga.

“Ada segerombolan gangster berhenti di depan gapura. Sepertinya mereka provokasi. Setelah itu dikejar oleh anak-anak sini, lalu mereka masuk menyerang sampai ke depan Masjid Al Jihad sambil membawa sajam,” katanya.


Pelaku Masuk Hingga 100 Meter ke Dalam Permukiman

Dari pintu masuk gang, lokasi penyerangan berada sekitar 100 meter ke dalam kawasan permukiman warga.

Rekaman CCTV menunjukkan para pelaku melempari batu ke arah rumah warga. Meski demikian, tidak ada korban luka serius dalam peristiwa tersebut.

“Kalau dilihat dari CCTV mereka cuma lempar batu. Yang bawa sajam ada, tapi tidak sampai melukai warga karena anak-anak sini langsung mundur,” jelas Junaidi.

Selain batu, para pelaku juga menyalakan petasan yang diarahkan ke dalam gang permukiman.

“Mereka sudah siap bawa petasan. Ada yang kena rumah saya, ada juga yang merusak hiasan gang,” tambahnya.


Fasilitas Kampung Rusak

Aksi tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas lingkungan mengalami kerusakan.

Plakat bertuliskan Jalan Kupang Kerajan 1 dilaporkan rusak setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam. Selain itu, sebuah rambu jalan di depan gang juga pecah.

“Plakat Jalan Kupang Kerajan 1 itu seperti dibacok pakai pisau sampai pecah. Rambu yang ada di depan juga pecah separuh,” ungkap Junaidi.


Tukang Becak Sempat Terkena Lemparan Batu

Meski tidak menimbulkan korban luka serius, seorang tukang becak yang melintas di sekitar lokasi sempat terkena lemparan batu di bagian punggung.

Korban diketahui sedang mengangkut roti saat keributan terjadi.

“Dia tukang becak yang biasa mengangkut roti. Waktu keluar sudah terlanjur ada keramaian lalu kena lempar batu di punggungnya. Cuma memar saja,” jelasnya.


Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasca kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Sawahan dan Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Petugas juga mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di kawasan permukiman tersebut.

“Semalam petugas dari polsek, polres, Babinsa dan Bhabinkamtibmas datang. Rekaman CCTV juga sudah diminta untuk penyelidikan,” kata warga.

Beberapa pemuda yang berada di lokasi saat kejadian juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.


Warga Minta Pintu Gerbang Gang Dipasang

Peristiwa tersebut membuat warga merasa resah dan trauma untuk beraktivitas pada malam hari.

Warga berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat meningkatkan pengamanan lingkungan, salah satunya dengan memasang pintu gerbang di gapura gang.

“Harapan kami pelakunya segera ditangkap. Ke depan semoga ada bantuan untuk pemasangan pintu gerbang di gapura supaya lebih aman,” ujar warga.

Menurut warga, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah mengalami tawuran remaja dan kasus pencurian, sehingga pengamanan tambahan dinilai sangat diperlukan untuk menjaga keamanan lingkungan. (*)

Example 300250