KEDIRI | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Kediri Tahap II yang berlokasi di Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Rabu (21/1/2026).
Pembangunan gedung tersebut merupakan proyek APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp18,1 miliar dan dikerjakan dalam waktu 178 hari kalender.
Gedung baru ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sekaligus mendukung program Zero Pasung di Jawa Timur.
Proses Perencanaan Dimulai Sejak 2022
Kepala UPT RSBL Kediri, Mohamad Zusron Ansori, yang di wawancarai secara khusus oleh repoter liputan khusus Omega Wicaksono (11/2/2026), menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan telah dimulai sejak 2022 oleh Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.
“Perencanaan dimulai tahun 2022. DED diserahkan ke Dinas Sosial pada 2023 dan digunakan untuk pengusulan anggaran bertahap. Tahap pertama direalisasikan untuk pagar keliling dan ruang isolasi. Tahap kedua baru dilaksanakan pada 2025,” jelas Zusron.
Pada tahap kedua ini, pembangunan mencakup total luas bangunan sekitar 3.116 meter persegi. Namun, pembangunan masih akan berlanjut pada tahap berikutnya, termasuk pembangunan asrama wanita, gedung serbaguna, serta pavilion transisi bagi penerima manfaat yang siap kembali ke keluarga.
Untuk lanjutan selengkapnya wawancara khusus ini, bisa di lihat di chanel Youtube Sentrapos.
Dikerjakan PT Defani Energi Indonesia
Melalui proses tender resmi, proyek konstruksi tahap II dimenangkan oleh PT Defani Energi Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp18,1 miliar dari pagu sekitar Rp21 miliar.
Perwakilan PT Defani Energi Indonesia, Ali Mustofa, menjelaskan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai jadwal 178 hari kalender dengan koordinasi intensif bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan,” ujarnya.
Kapasitas 300 Orang, Saat Ini 305 Penerima Manfaat
Gedung baru ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas layanan hingga 300 orang penerima manfaat, meskipun saat ini tercatat sudah mencapai 305 orang. dan targetnya gedung tersebut kedepannya bisa naik menjadi 350 orang. Untuk keseluruhan dari gedung yang lama ditambah gedung yang baru bisa menampung 750 kapasitas orang.
UPT RSBL Kediri melayani wilayah kerja 21 kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari Gresik ke barat hingga Tuban ke selatan. Sementara 17 kabupaten/kota lainnya berada di bawah layanan UPT lain di Pasuruan.
Zusron menegaskan bahwa pembangunan fasilitas baru bertujuan memberikan layanan yang lebih manusiawi.
“Ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat layanan yang lebih layak dan manusiawi. Ada ruang makan terbuka, klinik kesehatan, serta sistem pengasuhan bertahap agar mereka siap kembali ke keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Dukung Program Zero Pasung
Pemprov Jatim juga terus mendorong implementasi program Zero Pasung, yang menargetkan penghapusan praktik pemasungan terhadap ODGJ.
Menurut Zusron, stigma masyarakat terhadap ODGJ masih menjadi tantangan utama.
“Stigma bahwa ODGJ tidak bisa sembuh harus dihapus. Faktanya, ada yang kembali sekolah, ada yang bekerja setelah menjalani rehabilitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa panti sosial seharusnya menjadi pilihan terakhir.
“Perawatan terbaik sebenarnya oleh keluarga. Namun jika keluarga tidak mampu secara ekonomi atau sosial, kami siap memberikan layanan rehabilitasi,” katanya.
Pelayanan Gratis, Fasilitas Lengkap dan Humanis
Selain peningkatan infrastruktur, RSBL Kediri juga dikenal dengan pelayanan yang humanis, profesional dan tidak dipungut biaya apapun.
Salah satu keluarga pasien, Ibu Yesi, warga Kediri, mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui usai peresmian gedung baru.
Ia menceritakan kondisi saudaranya, Lori, yang mengalami gangguan kejiwaan sejak 2018 karena tekanan psikologis setelah tidak diperbolehkan menikah.
“Sudah dua tahun di sini, pemulihannya cepat. Fasilitasnya lengkap, perawatannya baik, dan tidak dipungut biaya apapun,” ujar Ibu Yesi.
Menurutnya, perubahan kondisi Lori sangat signifikan setelah menjalani rehabilitasi di RSBL Kediri. Ia menilai lingkungan yang tertata, ruang terbuka, klinik kesehatan, serta pendampingan rutin membuat pasien lebih stabil secara emosional.
Testimoni ini memperkuat komitmen bahwa UPT RSBL Kediri bukan sekadar tempat penampungan, melainkan pusat rehabilitasi dengan pendekatan medis, sosial, dan psikologis yang terpadu.
Komitmen Jangka Panjang Pemprov Jatim Melalui Dinas Sosial
Pembangunan Gedung UPT RSBL Kediri Tahap II berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare dan menjadi simbol keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas layanan sosial.
Ke depan, Pemprov Jatim juga merencanakan pengembangan layanan serupa di wilayah Madura melalui alih fungsi UPT di Pamekasan.
Dengan fasilitas baru ini, diharapkan proses pemulihan penerima manfaat dapat berlangsung lebih cepat, sehingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan sosial secara mandiri. (Omg/Har7)




















