BREBES | Sentrapos.co.id — Warga Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, digemparkan dengan penemuan dua jasad pria di atas atap lantai tiga Masjid Miftahul Janah, Rabu (25/3/2026) malam.
Kedua korban diketahui bernama Irwantoro (29) dan Bambang Suherman (42). Mereka ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar di sekujur tubuh setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak hari Lebaran.
Penemuan tragis ini bermula dari kecurigaan jemaah masjid yang melihat belatung berjatuhan dari langit-langit atap.
“Kami curiga karena ada belatung jatuh dari atas. Saat dicek, ternyata ada dua jasad di lantai tiga masjid,” ujar Marhadi, kerabat korban, Kamis (26/3/2026).
Dilaporkan Hilang Sejak Lebaran
Menurut keterangan keluarga, kedua korban terakhir kali terlihat pada Jumat sebelum Lebaran saat membantu pekerjaan pemasangan lampu LED di kubah masjid.
Namun hingga hari Lebaran, keduanya tidak kunjung pulang ke rumah, sehingga keluarga memutuskan melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian.
“Sejak Sabtu Lebaran mereka tidak pulang. Kami sudah lapor polisi, ternyata ditemukan di atas masjid,” tambah Marhadi.
Evakuasi Dramatis dari Atap Masjid
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas bersama warga harus menggunakan tali tambang untuk menurunkan kedua jasad dari ketinggian lantai tiga masjid.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Brebes untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Diduga Tersengat Listrik Tegangan Tinggi
Dugaan sementara, kedua korban meninggal akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat berada di area atap masjid.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian,” ujar pihak kepolisian.
Polisi Dalami Penyebab Kematian
Kasus ini kini ditangani oleh jajaran Satreskrim Polres Brebes. Aparat memastikan akan mengusut tuntas insiden tersebut guna memastikan tidak ada unsur lain di balik kematian kedua korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja, terutama saat melakukan aktivitas di ketinggian dan dekat dengan instalasi listrik bertegangan tinggi. (*)




















