Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Gempa M 7,6 Guncang Bitung–Ternate, BNPB Catat Kerusakan & Korban, Tsunami Kecil Terpantau

49
×

Gempa M 7,6 Guncang Bitung–Ternate, BNPB Catat Kerusakan & Korban, Tsunami Kecil Terpantau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah timur Indonesia, Kamis (2/4/2026) pagi, dengan dampak kerusakan ringan hingga sedang serta korban jiwa. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dampak awal gempa mulai terdata di sejumlah wilayah terdampak.

“Dampak awal yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang. Satu unit tempat ibadah dan dua rumah warga dilaporkan terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi.

Kerusakan dilaporkan terjadi di wilayah Ternate, Maluku Utara, termasuk satu gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua dan dua rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan. Sementara itu, pendataan di Kota Bitung, Sulawesi Utara masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.

Gempa utama terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, pada kedalaman 33 kilometer. BMKG menyebut gempa ini tergolong dangkal dan dipicu aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme patahan naik (thrust fault).

Guncangan kuat dirasakan selama 10 hingga 20 detik di Bitung, Ternate, hingga Manado. Intensitas gempa di Ternate mencapai skala V–VI MMI, yang berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan.

“Gempa ini berpotensi memicu tsunami akibat mekanisme sumber berupa thrust fault,” jelas BMKG dalam laporan resminya.

BMKG mencatat tsunami kecil teramati di beberapa wilayah pesisir, dengan ketinggian gelombang antara 0,20 hingga 0,75 meter. Di antaranya 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.

Selain itu, dua gempa susulan signifikan masing-masing bermagnitudo 5,5 dan 5,2 terjadi dalam selang waktu singkat. Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat total 11 gempa susulan.

Di sisi lain, Basarnas Sulawesi Utara melaporkan adanya korban akibat gempa tersebut. Juru Bicara Basarnas, Nuriadin Gumeleng, menyebutkan dua korban di Manado.

“Satu korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan, sementara satu lainnya mengalami patah kaki karena panik dan melompat,” katanya.

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan kemungkinan gelombang laut.

Warga juga diminta menjauhi area pantai sementara waktu serta hanya mengakses informasi dari sumber resmi guna menghindari hoaks. (*)


Poin Utama Berita

  • Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Bitung dan Ternate, Kamis pagi
  • BNPB catat kerusakan rumah dan tempat ibadah
  • BMKG deteksi tsunami kecil hingga 0,75 meter
  • Dua korban dilaporkan di Manado, satu meninggal dunia
  • 11 gempa susulan terjadi, magnitudo terbesar 5,5
  • Status siaga dan waspada sempat diberlakukan di sejumlah wilayah
  • Masyarakat diimbau menjauhi pantai dan waspada gempa susulan