Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
GAYA HIDUP & KOMUNITASPERISTIWA

Gibran Sambut Permintaan Maaf Rismon Sianipar soal Tuduhan Ijazah Jokowi: Ramadan Momentum Saling Memaafkan

78
×

Gibran Sambut Permintaan Maaf Rismon Sianipar soal Tuduhan Ijazah Jokowi: Ramadan Momentum Saling Memaafkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menanggapi permohonan maaf yang disampaikan Rismon Hasiholan Sianipar, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Gibran menyatakan menyambut baik sikap Rismon yang meminta maaf secara terbuka dan menilai langkah tersebut mencerminkan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Rismon Unggah Video Klarifikasi

Sebelumnya, Rismon Sianipar mengunggah video di platform YouTube untuk memberikan klarifikasi terkait tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi.

Dalam video tersebut, ia menyampaikan bahwa setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, dirinya menemukan fakta baru mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi.

“Saya menemukan kebenaran baru atas ijazah Bapak Joko Widodo. Dengan demikian saya keluar dari permasalahan terkait ijazah Bapak Joko Widodo termasuk ijazah Bapak Gibran Rakabuming Raka,” ujar Rismon dalam video tersebut.

Datangi Rumah Jokowi di Solo

Tak hanya menyampaikan permohonan maaf melalui video, Rismon juga mendatangi kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo untuk meminta maaf secara langsung.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai peneliti yang harus bersikap objektif dan siap menerima kritik.

“Saya juga meminta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen,” kata Rismon usai bertemu Jokowi.

Sikap Dewasa dalam Demokrasi

Permintaan maaf tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk meredakan polemik yang sempat berkembang di ruang publik terkait tudingan ijazah palsu.

Pemerintah berharap momentum bulan Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan memperbaiki hubungan sosial yang sempat terganggu oleh perdebatan di masyarakat. (*)

Example 300250