JAKARTA | Sentrapos.co.id – Grab Holdings Ltd. resmi mengakuisisi operasional Foodpanda di Taiwan dari Delivery Hero SE dengan nilai transaksi mencapai US$600 juta atau sekitar Rp10,19 triliun.
Langkah strategis ini menandai ekspansi pertama Grab ke bisnis layanan pesan-antar makanan di luar pasar inti Asia Tenggara.
Mengacu laporan Bloomberg, akuisisi yang dilakukan secara tunai tersebut akan memperluas jangkauan layanan Grab ke 21 kota di Taiwan. Proses transaksi ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun 2026, dengan catatan masih menunggu persetujuan regulator setempat.
Ekspansi Strategis di Tengah Persaingan Ketat
Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Grab dalam memperkuat posisi di industri layanan digital yang semakin kompetitif.
Dengan masuknya Grab ke pasar Taiwan, perusahaan berupaya membuka sumber pertumbuhan baru di tengah keterbatasan ekspansi organik di pasar Asia Tenggara yang mulai jenuh.
Akuisisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Grab mulai mengandalkan ekspansi anorganik untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
Selain memperluas pasar, langkah ini juga mempertegas ambisi Grab untuk menjadi pemain regional bahkan global dalam sektor layanan on-demand.
Delivery Hero Lanjutkan Strategi Efisiensi
Bagi Delivery Hero, pelepasan unit bisnis di Taiwan merupakan bagian dari strategi restrukturisasi dan efisiensi perusahaan.
Sebelumnya, perusahaan asal Jerman tersebut sempat berencana menjual bisnis Foodpanda Taiwan kepada Uber, namun rencana tersebut batal karena terkendala regulasi persaingan usaha.
Tekanan dari investor menjadi faktor utama di balik langkah divestasi ini. Salah satu pemegang saham besar, Aspex Management, disebut mendorong Delivery Hero untuk merampingkan portofolio bisnis guna meningkatkan kinerja keuangan.
Langkah pelepasan aset dinilai sebagai strategi untuk memperkuat efisiensi dan fokus pada pasar yang lebih menguntungkan.
Grab Fokus Profitabilitas
Di sisi lain, Grab juga tengah menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan setelah beberapa tahun mencatat ekspansi agresif.
Dengan basis pengguna yang sudah besar, ruang pertumbuhan organik semakin terbatas. Oleh karena itu, perusahaan mulai mengalihkan fokus ke peningkatan profitabilitas serta inovasi layanan.
Kondisi ekonomi global yang belum stabil turut memengaruhi perilaku konsumen yang kini lebih selektif dalam menggunakan layanan transportasi maupun pesan-antar makanan.
Grab kini tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan ekonomi global.
Tren Konsolidasi Industri Digital
Akuisisi Foodpanda Taiwan oleh Grab juga mencerminkan tren konsolidasi yang semakin kuat di industri layanan digital global.
Perusahaan-perusahaan teknologi kini cenderung melakukan merger dan akuisisi untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing.
Langkah ini diprediksi akan mendorong dinamika baru dalam persaingan layanan digital di kawasan Asia, khususnya di sektor transportasi online dan pengantaran makanan. (*)




















