JAKARTA | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi melepas ribuan pemudik dalam program mudik gratis Lebaran 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026).
Program ini menyasar masyarakat pekerja sektor informal di Jakarta, seperti asisten rumah tangga, buruh bangunan, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil, agar dapat pulang kampung dan merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Pada tahap pertama, sebanyak 670 pemudik diberangkatkan menggunakan kereta api dengan 8–9 gerbong menuju Stasiun Solo Balapan. Selanjutnya, pada sore hari, sebanyak 720 pemudik diberangkatkan menuju Stasiun Tawang Semarang.
Selain moda kereta api, Pemprov Jawa Tengah juga telah memberangkatkan 325 bus lebih awal dengan total penumpang mencapai lebih dari 16.700 orang. Secara keseluruhan, jumlah pemudik yang difasilitasi dalam program ini mendekati 18.000 orang.
“Mudik gratis ini kami hadirkan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya pekerja informal, agar mereka bisa pulang kampung dan tetap memiliki sisa rezeki untuk keluarga,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya bertujuan membantu secara ekonomi, tetapi juga memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“Dengan transportasi yang terkoordinasi, kita harapkan lalu lintas lebih tertib, keselamatan pemudik terjamin, dan perjalanan menjadi lebih nyaman,” tambahnya.
Kurangi Kepadatan, Dorong Ekonomi Daerah
Penggunaan moda transportasi massal seperti kereta api dan bus dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah juga mengingatkan para pemudik agar tidak membawa kerabat kembali ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan.
“Kami harapkan tidak membawa saudara atau tetangga tanpa kepastian kerja. Di Jawa Tengah sudah kami siapkan program pemberdayaan agar masyarakat bisa berkembang di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi guna menampung para pemudik dan membuka peluang kerja di daerah.
Diperkirakan, sebanyak 17,7 juta orang akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Tengah pada Lebaran 2026. Angka ini menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama arus mudik nasional.
Dengan adanya program mudik gratis ini, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih aman dan terkendali, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi di daerah.




















