Gubernur Khofifah Apresiasi Layanan Vaksinasi Internasional RSI Masyithoh Bangil
PASURUAN | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi penguatan layanan vaksinasi internasional di Rumah Sakit Islam Masyithoh Bangil, Kabupaten Pasuruan. Layanan tersebut dinilai sebagai wujud nyata peran lembaga kesehatan berbasis umat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berdaya saing global.
“Keberadaan layanan vaksinasi internasional ini menunjukkan perkembangan signifikan RSI Masyithoh Bangil yang didirikan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama melalui Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Bangil pada 1989 dan hingga kini konsisten melayani kesehatan masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.
Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan panjang Muslimat NU dalam bidang kesehatan, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga.
“Perjuangan Muslimat NU di bidang kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, itu luar biasa dan memberikan dampak besar bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Khofifah, capaian RSI Masyithoh Bangil tidak terlepas dari peran para pendiri Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU. Ia menyebut nama Nyai Solichah Wahid, ibunda Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, serta Solichah Saifuddin Zuhri, istri tokoh nasional KH Saifuddin Zuhri, sebagai sosok penting dalam perjalanan layanan kesehatan berbasis umat tersebut.
“Bu Nyai Solichah Wahid selalu berpesan, ‘jaga keluargamu’. Bahkan pada tahun 1953, dalam Kongres Muslimat, beliau mendorong cabang-cabang Muslimat NU untuk mendirikan Klinik Ibu dan Anak atau BKIA,” tutur Khofifah.
Ia menjelaskan, klinik ibu dan anak tersebut kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak sebelum bertransformasi menjadi Rumah Sakit Islam seperti yang ada saat ini.
Khofifah juga mengenang amanat Nyai Solichah Wahid terkait pentingnya sosialisasi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera sebagai landasan membangun keluarga yang maslahah.
“Beliau berpesan agar undang-undang tersebut disosialisasikan secara luas, sehingga masyarakat memahami bagaimana membangun keluarga yang sejahtera dan maslahah,” ujarnya.
Menurut Khofifah, konsep keluarga maslahah yang dikembangkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejalan dengan nilai co-parenting dan musyawarah dalam keluarga sebagaimana tuntunan Al-Qur’an.
“Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita semua putra-putri yang shaleh dan shalehah, penuh manfaat dan keberkahan. Semoga RSI Masyithoh Bangil terus memberikan layanan terbaik dan menghadirkan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)