Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
WISATA & KULINER

Gunung Bromo Ditutup Total Saat Nyepi 19–20 Maret 2026, Wisata Dibuka Kembali 21 Maret

122
×

Gunung Bromo Ditutup Total Saat Nyepi 19–20 Maret 2026, Wisata Dibuka Kembali 21 Maret

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALANG | Sentrapos.co.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup kawasan wisata Gunung Bromo selama dua hari dalam rangka penghormatan Hari Suci Nyepi 2026.

Penutupan aktivitas wisata tersebut akan diberlakukan pada 19–20 Maret 2026, dan kawasan Bromo akan kembali dibuka untuk wisatawan pada 21 Maret 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan penutupan dilakukan secara penuh untuk menjaga kesakralan perayaan Nyepi bagi umat Hindu.

“Kami menutup kawasan Bromo pada 19–20 Maret 2026 secara penuh. Kawasan wisata akan kembali dibuka pada 21 Maret 2026,” ujar Septi Eka Wardhani di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2026).

Penutupan Berlaku Mulai Tengah Malam

Berdasarkan pengumuman resmi dari Balai Besar TNBTS, penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akan dimulai 19 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.

Kawasan wisata tersebut akan dibuka kembali pada 21 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi antarumat beragama, sekaligus untuk menghormati masyarakat Hindu Tengger yang melaksanakan ritual Nyepi.

“Penutupan ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan Hari Suci Nyepi,” jelas Septi.

Operasional Wisata Saat Idul Fitri

Selain penutupan saat Nyepi, Balai Besar TNBTS juga menyiapkan skema operasional kawasan wisata Gunung Bromo selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apabila Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka kawasan wisata Bromo akan dibuka setelah pelaksanaan Shalat Id.

“Jika Idul Fitri jatuh pada 21 Maret, maka kawasan akan dibuka setengah hari setelah Shalat Id. Setelah itu operasional normal dari dini hari hingga pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Namun demikian, jadwal operasional tersebut masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah.

Diperkirakan 5.000 Wisatawan Saat Libur Lebaran

Balai Besar TNBTS memprediksi kawasan wisata Gunung Bromo akan dikunjungi sekitar 5.000 wisatawan selama libur Lebaran 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, pihak pengelola telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari:

  • Pengetatan pengawasan kawasan

  • Pemeriksaan fasilitas dan sarana prasarana wisata

  • Koordinasi pengamanan dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan wisatawan selama musim liburan.

Ranu Regulo Masih Ditutup

Selain kawasan Gunung Bromo, Balai Besar TNBTS juga masih memberlakukan penutupan total kawasan Ranu Regulo hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tersebut dilakukan karena faktor cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

“Karena di sana banyak pohon, kami khawatir ada yang tumbang akibat cuaca ekstrem,” kata Septi.

Kawasan Ranu Regulo akan dibuka kembali apabila kondisi cuaca sudah dinyatakan aman bagi wisatawan.

Dengan kebijakan ini, pengelola berharap aktivitas wisata di kawasan TNBTS tetap berjalan aman, tertib, dan menghormati nilai-nilai budaya serta keagamaan masyarakat setempat. (*)