Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIDAERAHEKONOMI & BISNIS

Mensos Gus Ipul Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

49
×

Mensos Gus Ipul Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim Jadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASURUAN | Sentrapos.co.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong sekitar 5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Langkah tersebut bertujuan agar keluarga penerima bantuan sosial tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif di desa.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan kolaborasi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Koperasi Desa Merah Putih di KDMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).

“Ada sekitar 229 ribu KPM di Pasuruan dan total 5 juta KPM di Jawa Timur yang akan didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Gus Ipul.

Dari Penerima Bantuan Jadi Pelaku Ekonomi

Menurut Gus Ipul, dengan menjadi anggota koperasi, keluarga penerima manfaat tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga pemilik koperasi yang berhak mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan usaha koperasi.

Kolaborasi antara program perlindungan sosial dan koperasi desa dinilai menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin para penerima bantuan tidak hanya menunggu bansos setiap tiga bulan, tetapi juga ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi yang produktif,” katanya.

Pentingnya Data Akurat untuk Penanganan Kemiskinan

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menegaskan pentingnya data yang akurat dalam upaya penanganan kemiskinan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi sosial di lingkungannya melalui berbagai kanal resmi yang disediakan oleh Kementerian Sosial.

“Banyak orang di sekitar kita yang tidak tampak penderitaannya. Presiden meminta semuanya dimulai dari data. Kalau data benar, intervensi pemerintah juga akan tepat,” tegasnya.

Bansos Sementara, Kemandirian Selamanya

Gus Ipul menambahkan bahwa bantuan sosial merupakan stimulus sementara, sementara tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan keluarga yang mandiri secara ekonomi.

“Setelah mendapat bansos, harus punya semangat menjadi keluarga yang lebih mandiri. Seperti slogan kita, bansos sementara, berdaya selamanya,” ujarnya.

Penyerahan Bantuan dan Kartu Anggota

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Anggota dan buku simpanan kepada penerima manfaat PKH-Sembako serta pilar sosial di Desa Gejugjati.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan paket sembako kepada masyarakat serta meninjau langsung aktivitas koperasi desa.

Menteri Koperasi juga menyerahkan bantuan dari Bank BNI berupa simpanan pokok dan simpanan wajib untuk 400 anggota KDMP Gejugjati dengan total nilai Rp20 juta.

Pemerintah Bangun 32 Ribu Unit Koperasi Desa

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut saat ini terdapat sekitar 2.200 gudang dan gerai yang telah dikelola oleh KDMP di berbagai daerah.

Pemerintah juga tengah membangun sekitar 32 ribu unit fasilitas koperasi desa untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Bangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa,” jelas Ferry.

Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengurangi kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui sistem koperasi. (*)