INTERNASIONAL | Sentrapos.co.id – Sekretaris Jenderal António Guterres memperingatkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah kini telah berada di luar kendali dan melampaui batas yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Guterres dalam konferensi pers di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (25/3), menanggapi eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Lebih dari tiga pekan berlalu, perang sudah di luar kendali. Konflik telah melampaui batas-batas yang bahkan tak pernah dibayangkan oleh para pemimpin,” tegas Guterres.
Ia menekankan bahwa situasi saat ini menuntut langkah cepat untuk menghentikan eskalasi dan kembali mengedepankan jalur diplomasi serta penghormatan penuh terhadap hukum internasional.
“Sudah saatnya menghentikan eskalasi dan memulai kembali upaya diplomatik. Saya terus berkomunikasi intensif dengan semua pihak yang diyakini dapat membantu mengakhiri konflik ini,” lanjutnya.
Eskalasi Memanas Iran–Israel
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan serta korban sipil.
Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperluas potensi konflik regional menjadi krisis global.
Dampak Global: Selat Hormuz Lumpuh
Eskalasi konflik ini turut berdampak serius pada jalur distribusi energi dunia. Aktivitas di Selat Hormuz dilaporkan terhenti secara de facto, mengganggu pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dunia, lonjakan harga minyak, serta potensi krisis ekonomi global yang lebih luas.
Seruan Dunia untuk Deeskalasi
Sejumlah negara dan organisasi internasional mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari konflik terbuka yang lebih besar. Langkah diplomasi dinilai menjadi satu-satunya solusi untuk meredam ketegangan yang kian memanas.
Situasi di Timur Tengah kini menjadi sorotan dunia, dengan risiko konflik yang tidak hanya berdampak regional, tetapi juga mengancam stabilitas global. (*)




















