Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISHEADLINE NEWSPERISTIWA

H-1 Lebaran, Harga Cabai Meroket 90% Tembus Rp130 Ribu! Lonjakan Pangan Picu Kekhawatiran Inflasi

69
×

H-1 Lebaran, Harga Cabai Meroket 90% Tembus Rp130 Ribu! Lonjakan Pangan Picu Kekhawatiran Inflasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Harga komoditas pangan, terutama cabai, melonjak tajam sehari menjelang Idulfitri 2026. Lonjakan ekstrem ini memicu tekanan inflasi di sektor pangan dan menjadi perhatian publik secara nasional.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per Jumat (10/3/2026), harga berbagai komoditas di pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan secara serentak.

Cabai Merah Melonjak Hingga 90 Persen

Lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai merah besar yang naik hingga 90,16%, dengan harga mencapai Rp91.750 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit merah bahkan menembus angka psikologis Rp130.000 per kilogram, menjadikannya salah satu harga tertinggi sepanjang tahun ini.

Lonjakan harga cabai terjadi akibat tingginya permintaan di akhir Ramadan serta terbatasnya pasokan di pasar.

Harga Beras hingga Daging Ikut Naik

Kenaikan harga juga merambah komoditas pokok lainnya. Beras mengalami kenaikan antara 19% hingga 22% di semua kategori.

Beras kualitas premium kini dijual di atas Rp20.000 per kilogram, sementara beras kualitas bawah ikut naik dan semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Tak hanya itu, harga protein hewani dan kebutuhan dapur juga mengalami kenaikan signifikan:

  • Daging sapi premium: Rp168.650/kg
  • Daging ayam: naik 19,95%
  • Telur ayam: naik 23,82%
  • Minyak goreng & gula: naik 11%–33%

Pemerintah Klaim Stok Aman

Di tengah lonjakan harga, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional memastikan bahwa ketersediaan stok pangan nasional tetap dalam kondisi aman.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa pasokan masih mencukupi hingga Lebaran.

“Secara umum, pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi sepanjang Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Permintaan Tinggi Picu Lonjakan Harga

Meski stok dinyatakan aman, realitas di lapangan menunjukkan lonjakan permintaan menjelang Lebaran menjadi faktor utama kenaikan harga.

Distribusi yang tidak merata serta tingginya konsumsi rumah tangga di akhir Ramadan turut mendorong harga ke level tertinggi tahun ini.

Kenaikan harga pangan menjelang Lebaran menjadi fenomena tahunan yang terus berulang dan menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga melalui intervensi pasar, penguatan distribusi, serta pengawasan ketat agar lonjakan tidak semakin membebani masyarakat. (*)