SIDOARJO | Sentrapos.co.id – Fasilitas umum berupa halte bus di wilayah perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo dilaporkan dalam kondisi rusak berat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lokasinya berada di kawasan Tado, Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Halte yang semestinya menjadi tempat aman dan teduh bagi penumpang justru berubah menjadi sumber bahaya karena pecahan kaca dan puing bangunan yang masih berserakan hingga ke badan jalan.
Warga menyebut, kerusakan tersebut terjadi akibat kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur selaku pemilik aset.
“Iya pak, halte ini rusak berat sejak ada kecelakaan. Sampai sekarang belum ada perbaikan. Tadi ada pengendara motor jatuh dan terkena pecahan kaca,” ujar salah satu warga di lokasi.
Pengendara Terjatuh Hindari Puing Halte
Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh diduga akibat menghindari serpihan kaca dan rangka halte yang masuk ke badan jalan.
Insiden tersebut sempat terekam kamera ponsel warga dan menunjukkan pengendara kehilangan kendali saat melintas di sekitar puing bangunan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terlebih lokasi halte berada di jalur padat kendaraan yang menghubungkan kawasan industri dan permukiman.
Sorotan Keselamatan Transportasi Trans Jatim
Dalam konteks keselamatan transportasi publik, insiden kecelakaan juga terjadi pada layanan Trans Jatim Koridor IV di Jalan Raya Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Kamis (19/2/2026).
Kecelakaan beruntun melibatkan truk Mitsubishi, truk trailer Hino, dan Bus Trans Jatim yang melaju dari Sidayu menuju Panceng, Lamongan. Diduga lampu rem trailer tidak menyala saat pengereman mendadak sehingga sopir bus tidak sempat melakukan antisipasi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa operasional Trans Jatim masih menggunakan sistem mixed traffic atau bercampur dengan kendaraan umum karena belum memiliki jalur khusus.
“Trans Jatim tidak punya jalan sendiri dan harus tepat waktu sesuai time table. Sopir dikejar jadwal,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut dan armada segera diganti untuk menjaga layanan tetap berjalan. Kerugian material diperkirakan Rp10–15 juta.
Warga Minta Tindakan Cepat dan Evaluasi
Kondisi halte rusak di Balongbendo dinilai menjadi bukti lemahnya respons pemeliharaan fasilitas publik. Warga mendesak pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban lebih serius.
Selain perbaikan fisik, evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan halte dan sistem operasional angkutan umum dinilai penting untuk mencegah insiden serupa.
Fasilitas publik yang terbengkalai tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. (*)




















