Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Harga Kedelai Dijaga, Kementan Tetapkan HAP Rp11.500/Kg: Tahu Tempe Dipastikan Tetap Stabil!

10
×

Harga Kedelai Dijaga, Kementan Tetapkan HAP Rp11.500/Kg: Tahu Tempe Dipastikan Tetap Stabil!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stabilitas harga kedelai nasional tetap terjaga melalui kesepakatan strategis antara importir dan pengrajin tahu tempe.

Kesepakatan tersebut menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kilogram di tingkat importir, sehingga harga di tingkat pengrajin dipastikan tidak melebihi Rp12.000 per kg.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, menegaskan bahwa isu kenaikan harga kedelai yang sempat beredar di masyarakat tidak benar.

“Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi harga kedelai tembus Rp20.000 itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP,” tegas Yudi.

Harga dan Pasokan Masih Terkendali

Pemerintah memastikan ketersediaan kedelai dalam kondisi aman meski terjadi tekanan global akibat dinamika geopolitik.

“Persediaan masih cukup, harga juga masih terkendali. Jadi tidak perlu dikhawatirkan,” ujar Yudi.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya logistik dan distribusi memang terjadi secara global, namun belum berdampak signifikan terhadap harga di dalam negeri.

Data Harga Kedelai Nasional

Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai masih berada dalam rentang stabil:

  • Jakarta: Rp10.500–Rp11.000/kg
  • Jawa: Rp10.555/kg
  • Bali & NTB: Rp10.550/kg
  • Sumatra: Rp11.450/kg
  • Sulawesi: Rp11.113/kg
  • Kalimantan: Rp10.908/kg

Seluruh harga tersebut masih berada di bawah batas HAP yang ditetapkan pemerintah.

Importir dan Pengrajin Kompak Jaga Stabilitas

Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, memastikan harga di tingkat importir masih stabil di kisaran Rp10.100–Rp10.300 per kg.

Sementara di tingkat pengrajin, harga berkisar Rp10.500–Rp11.000 per kg.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, menegaskan bahwa harga tahu dan tempe tetap stabil di pasaran.

“Kami jamin tahu tempe tidak naik. Mungkin hanya ada penyesuaian volume, tapi harga dan kualitas tetap terjaga,” ujarnya.

Pemerintah Dorong Produksi Dalam Negeri

Kementan juga terus memperkuat program peningkatan produksi kedelai nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.

Target tahun ini, pemerintah mengembangkan lahan kedelai seluas 37.500 hektare.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran importir dalam menjaga keseimbangan harga.

“Kami minta importir tidak mengambil keuntungan besar. Kenaikan boleh, tapi jangan sampai memberatkan masyarakat,” tegas Amran. (*)


Poin Utama Berita

  • Kementan tetapkan HAP kedelai Rp11.500/kg di tingkat importir
  • Harga kedelai di pengrajin dijaga di bawah Rp12.000/kg
  • Isu harga kedelai Rp20.000 dipastikan hoaks
  • Pasokan kedelai nasional masih aman dan terkendali
  • Harga tahu dan tempe dipastikan tetap stabil
  • Importir dan pengrajin sepakat jaga stabilitas harga
  • Pemerintah dorong produksi kedelai 37.500 hektare
  • Geopolitik global berdampak, tapi belum signifikan di dalam negeri