TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Badan SAR Nasional (Basarnas) melalui Pos SAR Trenggalek kembali menerjunkan tim penyelam untuk melanjutkan pencarian seorang wisatawan asal Malang yang hilang terseret ombak di Pantai Sine, Jawa Timur.
Pencarian pada hari kedua, Minggu (8/2/2026), dilakukan dengan menyisir jalur laut dan darat. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.
“Memasuki hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan meski berbagai upaya telah kami lakukan,” ujar Koordinator Pos SAR Trenggalek Bayu Prasetyo saat dikonfirmasi di Tulungagung.
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) ketika enam wisatawan dilaporkan terseret ombak saat bermain air di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Dari jumlah tersebut, lima orang berhasil diselamatkan warga sekitar, meski satu korban sempat dilarikan ke RSUD dr Iskak akibat kondisi kritis karena kemasukan air laut.
Sementara satu wisatawan lainnya terseret ombak ke tengah laut dan tidak berhasil diselamatkan. Korban hilang diketahui bernama Muhamad Attaya Ulum (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Bayu menjelaskan, dalam operasi pencarian ini tim SAR mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan pembagian tugas yang terkoordinasi. Tim tersebut terdiri atas tim penyelam, tim penyisir dan pemantau darat, serta tim perahu yang dibantu nelayan setempat.
Pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan fokus utama di sekitar muara Pantai Sine, lokasi terakhir korban terlihat sebelum dinyatakan hilang. Tim penyelam diturunkan untuk menyisir dasar muara, karena diduga korban masih berada atau tersangkut di area tersebut.
Sementara itu, tim darat melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus dan muncul ke permukaan. Di sisi lain, tim perahu bersama nelayan setempat menyisir perairan sekitar muara dengan radius terbatas, menyesuaikan kondisi gelombang dan arus laut.
“Karena kondisi air laut surut dan cuaca cukup mendukung, kami memaksimalkan pencarian dengan tim penyelam, didukung pemantauan darat dan perahu,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, operasi pencarian hari kedua dihentikan sementara pada sore hari dan akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga dengan pola yang sama, namun dengan perluasan radius pencarian.
Basarnas mengimbau wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut serta mematuhi rambu-rambu keselamatan demi menghindari kejadian serupa. *




















